Bagaimana Kita Menyerap Kata Asing
Unsur bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa
Indonesia harus mempertajam daya ungkap bahasa Indonesia dan harus
memungkinkan orang menyatakan makna konsep atau gagasan secara tepat.
Penyerapan unsur bahasa asing itu harus dilakukan
secara selektif, yaitu kata serapan yang dapat mengisi kerumpangan konsep dalam
khazanah bahasa Indonesia. Kata itu memang diperlukan dalam bahasa Indonesia
untuk kepentingan pemerkayaan daya ungkap bahasa Indonesia mengiringi perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia modern.
Berikut beberapa contoh tentang hal itu.
Kata condominium, diserap ke dalam bahasa Indonesia
dengan penyesuaian ejaan menjadi kondominium. Demikian juga penyerapan kata
konsesi, staf, golf, manajemen, dan dokumen. Kata-kata itu diserap ke dalam
bahasa Indonesia melalui proses penyesuaian ejaan. Namun, kata laundry,
sebenarnya tidak diperlukan karena dalam bahasa Indonesia sudah digunakan kata
binatu dan dobi. Perlakuan yang sama dapat dikenakan pada kata tower karena
padanan untuk kata itu sudah ada dalam khazanah bahasa Indonesia, yaitu menara
atau mercu. Kata garden yang pengertiannya sama dengan kata taman atau bustan
juga tidak perlu diserap ke dalam bahasa Indonesia.
Sejalan dengan pemaparan kosakata serapan itu,
bagaimana dengan kata developer dan builder? Apakah perlu diserap? Kedua kata
itu, sudah tidak asing lagi bagi pengusaha yang bergerak dalam bidang pengadaan
sarana tempat tinggal ataupun perkantoran. Akan tetapi, apakah tidak lebih baik
jika pengguna bahasa Indonesia berusaha memasyarakatkan penggunaan kata
pengembang untuk padanan developer dan pembangun untuk padanan builder.
http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/lamanbahasa/petunjuk_praktis/205
Tidak ada komentar:
Posting Komentar