Rabu, 18 Mei 2016

Gaya Bahasa Retoris_Pleonasme

Pleonasme-tautologi
Pleonasme atau tautologi dimaknai sebagai gaya bahasa yang menggunakan kata yang berlebihan untuk mengungkapkan suatu maksud. Keraf menyebutnya sebagai gaya bahasa yang mempergunakan  kata-kata lebih banyak daripada yang diperlukan untuk menyatakan suatu pikiran atau gagasan. Contohnya Darah yang merah itu melumuri sekujur tubuhnya.[1] Penggunaan kata /yang merah/ setelah kata /darah/ dianggap berlebihan atau melebihi dari sekadar kata /darah/ yang sudah pasti berwarna merah dan sebenarnya sudah cukup dimengerti.
Lanham menyebutnya sebagai pleonasmus yang berarti pengulangan yang tidak perlu “nedless repetition”. Contohnya I heard it with mine ears and saw it with mine eyes (Saya mendengar dengan telinga saya sendiri dan melihat dengan mata saya sendiri).[2] Sementara tautologia dimaknai sebagai "saying the same things", mengulang ide yang sama dengan kata yang berbeda.[3]



[1] Gorys Keraf, op.cit. h.133.

[2] Richard A. Lanham, op.cit. h. 116.

[3] Ibid., h. 149-150.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar