Pleonasme-tautologi
Pleonasme atau tautologi
dimaknai sebagai gaya bahasa yang menggunakan kata yang berlebihan untuk
mengungkapkan suatu maksud. Keraf menyebutnya sebagai gaya bahasa yang
mempergunakan kata-kata lebih banyak
daripada yang diperlukan untuk menyatakan suatu pikiran atau gagasan. Contohnya
Darah yang merah itu melumuri sekujur
tubuhnya.[1]
Penggunaan kata /yang merah/ setelah
kata /darah/ dianggap berlebihan atau
melebihi dari sekadar kata /darah/
yang sudah pasti berwarna merah dan sebenarnya sudah cukup dimengerti.
Lanham menyebutnya sebagai pleonasmus yang berarti pengulangan yang
tidak perlu “nedless repetition”. Contohnya I
heard it with mine ears and saw it with mine eyes (Saya mendengar dengan
telinga saya sendiri dan melihat dengan mata saya sendiri).[2]
Sementara tautologia dimaknai sebagai "saying the same things",
mengulang ide yang sama dengan kata yang berbeda.[3]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar