Kiasmus
Keraf memberikan penjelasan
mengenai kiasmus sebagai gaya bahasa
atau semacam acuan yang terdiri dari dua bagian baik berupa frase maupun
klausa. Kedua bagian tersebut sifatnya berimbang, namun keduanya
dipertentangkan antara satu dengan lainnya.[1]
Harimurti memberikan penjelasan bahwa kiasmus merupakan pengulangan dan
sekaligus pembalikan dua kata atau frase dalam suatu kalimat. Harimurti
memberikan contoh kalimat yang dikutip dari novel Shakespeare As you like it yaitu The
fool doth think he is wise but the wise man knows himself to be a fool (berpikir bahwa dirinya
bodoh adalah bijaksana, tetapi orang bijak tahu bahwa dirinya bodoh).[2]
Lanham memberikan penjelasan
mengenai kiasmus dengan terlebih dahulu
mengetengahkan contoh ”Anyone who thinks he has a solution does not comprehend
the problem and anyone who comprehends the problem does not have a solution.”
(siapa saja yang berpikir mempunyai solusi berarti dia tidak memahami masalah,
dan siapa saja yang memahami masalah berarti dia tidak mempunyai solusi).
Lanham mengemukakan pengertian istilah kiasmus sebagai “persilangan”, struktur
yang berselang-seling dengan rumus ABBA.[3] Contoh
lain dikutip dari pidato J.F.Kenedy “Ask not what your country can do for you –
ask what you can do for your country” (jangan tanya apa yang dapat negara berikan
kepadamu, tapi tanyalah apa yang dapat
kamu berikan untuk negaramu). Kalimat di atas dapat diuraikan dalam rumus
kiasmus ABBA sebagai berikut, apa yang
dapat negara berikan (A), kepadamu (B), apa yang dapat kamu berikan (B), dan untuk
negaramu (A).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar