Senin, 04 April 2016

Gaya Bahasa_Kiasmus

Kiasmus
Keraf memberikan penjelasan mengenai kiasmus sebagai gaya bahasa  atau semacam acuan yang terdiri dari dua bagian baik berupa frase maupun klausa. Kedua bagian tersebut sifatnya berimbang, namun keduanya dipertentangkan antara satu dengan lainnya.[1] Harimurti memberikan penjelasan bahwa kiasmus merupakan pengulangan dan sekaligus pembalikan dua kata atau frase dalam suatu kalimat. Harimurti memberikan contoh kalimat yang dikutip dari novel Shakespeare As you like it  yaitu The fool doth think he is wise but the wise man knows himself  to be a fool (berpikir bahwa dirinya bodoh adalah bijaksana, tetapi orang bijak tahu bahwa dirinya bodoh).[2]


Lanham memberikan penjelasan mengenai kiasmus  dengan terlebih dahulu mengetengahkan contoh ”Anyone who thinks he has a solution does not comprehend the problem and anyone who comprehends the problem does not have a solution.” (siapa saja yang berpikir mempunyai solusi berarti dia tidak memahami masalah, dan siapa saja yang memahami masalah berarti dia tidak mempunyai solusi). Lanham mengemukakan pengertian istilah kiasmus sebagai “persilangan”, struktur yang berselang-seling dengan rumus ABBA.[3] Contoh lain dikutip dari pidato J.F.Kenedy “Ask not what your country can do for you – ask what you can do for your country” (jangan tanya apa yang dapat negara berikan  kepadamu, tapi tanyalah apa yang dapat kamu berikan untuk negaramu). Kalimat di atas dapat diuraikan dalam rumus kiasmus ABBA sebagai berikut, apa yang dapat negara berikan (A),  kepadamu (B), apa yang dapat kamu berikan (B), dan  untuk negaramu (A).



[1] Gorys Keraf, op.cit. h. 133.

[2] Harimurti Kridalaksana, op.cit., h. 110.

[3] Richard A. Lanham.op.cit. h.33

Tidak ada komentar:

Posting Komentar