Kamis, 07 April 2016

Gaya Bahasa Retoris_Eufemisme

Eufemisme
Eufemisme atau eufemismus sebagai gaya bahasa yang digunakan dengan menggunakan kata-kata dengan arti yang baik untuk tujuan baik. Kata-kata atau ungkapan-ungkapan yang digunakan dipilih sedemikian rupa supaya tidak menyinggung perasaan pendengar atau pembaca.  Misalnya dalam kalimat Ayahnya sudah tidak ada di tengah-tengah mereka.[1] Dipilihnya atau digunakannya kata atau kelompok kata sudah tidak ada di tengah-tengah mereka untuk menggantikan kata mati atau meninggal, dapat lebih halus dan dapat mensugesti perasaan tenang.


Harimurti  emberikan penjelasan mengenai eufemisme sebagai uapaya menggunakan akat atau bentuk lain karena menghindari bentuk lain yang dianggap tabu atau dilarang seperti pengunaan frase ke belakang untuk menghindari bentuk  berak.[2] Penggunaan kata ke belakang terasa lebih halus atau lebih sopan dibandingkan kata berak yang justru dianggap tabu atau kurang sopan.
Lanham menggunakan penjelasan dengan ungkapan “use of an auspicious word for an inauspicious one" (penggunaan kata yang lebih baik untuk menghindari akibat buruk). Pada bagian selanjutnya Lanham mengungkapkan bahwa eufemisme adalah pemakaian kata-kata yang lebih banyak untuk mengurangi sesuatu yang tidak menyenangkan bagi pendengar atau pembaca.[3] Seperti digunakannya kata-kata kurang cepat mengikuti pelajaran dengan cepat untuk mengganti kata bodoh.




[1] Gorys Keraf, loc.cit.

[2] Harimurti Kridalaksana, op.cit. hh. 52-53

[3] Richard A. Lanham, op.cit. h. 62

Tidak ada komentar:

Posting Komentar