Eufemisme
Eufemisme atau eufemismus sebagai gaya bahasa yang
digunakan dengan menggunakan kata-kata dengan arti yang baik untuk tujuan baik.
Kata-kata atau ungkapan-ungkapan yang digunakan dipilih sedemikian rupa supaya
tidak menyinggung perasaan pendengar atau pembaca. Misalnya dalam kalimat Ayahnya sudah tidak ada di tengah-tengah mereka.[1]
Dipilihnya atau digunakannya kata atau kelompok kata sudah tidak ada di tengah-tengah mereka untuk menggantikan kata mati atau meninggal, dapat lebih halus dan dapat mensugesti perasaan tenang.
Harimurti emberikan penjelasan mengenai eufemisme
sebagai uapaya menggunakan akat atau bentuk lain karena menghindari bentuk lain
yang dianggap tabu atau dilarang seperti pengunaan frase ke belakang untuk menghindari bentuk berak.[2]
Penggunaan kata ke belakang terasa
lebih halus atau lebih sopan dibandingkan kata berak yang justru dianggap tabu atau kurang sopan.
Lanham menggunakan
penjelasan dengan ungkapan “use of an auspicious word for an inauspicious
one" (penggunaan kata yang lebih baik untuk menghindari akibat buruk).
Pada bagian selanjutnya Lanham mengungkapkan bahwa eufemisme adalah pemakaian
kata-kata yang lebih banyak untuk mengurangi sesuatu yang tidak menyenangkan
bagi pendengar atau pembaca.[3]
Seperti digunakannya kata-kata kurang
cepat mengikuti pelajaran dengan cepat untuk mengganti kata bodoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar