Rabu, 23 Maret 2016

Pembelajaran Berbasis Teks

Pembelajaran Berbasis Teks
Pembelajaran bahasa (Indonesia) berbasis teks dilaksanakan dengan menerapkan prinsip bahwa:
   1)   bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata-mata kumpulan kata atau kaidah kebahasaan,
   2)   penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna,
   3)   bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa yang tidak pernah dapat dilepaskan dari konteks karena bentuk bahasa yang digunakan itu mencerminkan ide, sikap, nilai, dan ideologi penggunanya, dan
   4)   bahasa merupakan sarana pembentukan kemampuan berpikir manusia.


Sehubungan dengan prinsip-prinsip itu, perlu disadari bahwa setiap teks memiliki struktur tersendiri yang satu sama lain berbeda. Sementara itu, struktur teks merupakan cerminan struktur berpikir. Dengan demikian, makin banyak jenis teks yang dikuasai siswa, makin banyak pula struktur berpikir yang dapat digunakannya dalam kehidupan sosial dan akademiknya. Hanya dengan cara itu, siswa kemudian dapat mengonstruksi ilmu pengetahuannya melalui kemampuan mengobservasi, mempertanyakan, mengasosiasikan, menganalisis, dan menyajikan hasil analisis secara memadai.
Teks dapat diperinci ke dalam berbagai jenis, seperti:
    1)   deskripsi,
    2)   penceritaan (recount),
    3)   prosedur,
    4)   laporan,
    5)   eksplanasi (penjelasan/keterangan),
    6)   eksposisi,
    7)   diskusi,
    8)   surat,
    9)   iklan,
   10)                      catatan harian,
   11)                      negosiasi,
   12)                      pantun,
   13)                      dongeng,
   14)                      anekdot,
   15)                      dan fiksi sejarah.

Sesuai dengan Kurikulum 2013, buku siswa kelas X  memuat lima pelajaran yang terdiri atas dua jenis teks faktual, yaitu laporan hasil observasi dan prosedur kompleks; dua jenis teks tanggapan, yaitu teks negosiasi dan teks eksposisi; dan satu jenis teks cerita, yaitu teks anekdot. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar