Music
of the Spheres
MUSIK DARI BENDA-BENDA (ANGKASA): HARMONI DARI SPHERES
(Kusen dan Sahri Ero)
(Kusen dan Sahri Ero)
A.
Pendahuluan
Pada pertemuan terdahulu kita telah mendiskusikan pendakian
atau kenaikan manusia mulai dari
pembicaraan tentang asal muasal manusia dan kedudukan manusia dibandingkan
makhluk lainnya (“Lower than the Angels”,
lebih rendah daripada malikat), kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan tentang
munculnya peradaban manusia yang
meliputi awal manusia migrasi, pertanian, permukiman pertama, dan
perang (“The Harvest of the Seasons”, panen dari musim-musim). Pembicaraan
berlanjut pada bagian ketiga tentang perjalanan peradaban manusia yang mulai
mengenal dan menapaki pendakian dunia batu-batuan dan arsitektur (“Tha Grain in the Stone”, Butiran Pasir
di Dalam Batu). Pada bagian pembicaaan yang keempat mengenai api (energi) dan
pemanfaatannya(“The Hidden Structure”,
Struktur yang Trsembunyi).
Kali ini akan kita bicarakan mengenai angka dan musik (“Music of the Sapheres”, Musik dari Benda-benda).
Secara ringkas pada bagian
pendahuluan ini dapat penulis gambarkan bahwa music of spheres merupakan konsep filosofi kuno yang menganggap
bahwa proporsi dalam pergerakan benda-benda angkasa (matahari, bulan, dan
plenet-plenet lainnya) sebagai bentuk musikal. Musik yang sesungguhnya tidak
dianggap benar-benar terdengar, tetapi merupakan konsep harmonis antara
benda-benda dan atau matematika, dan atau agama
(Sumber: http://tuvaro.com/ws/Music+of+the+saphere+/images)
Lebih lanjut dalam bagian ini akan dibicarakan
bagaimana angka-angka ditemukan, dihubungkan dalam harmonisasi musik-musik baik
yang terdengar maupun yang tidak terdengar, serta harmonisasi agama dalam
angka-angka dan musik.Bronowsky sang ilmuawan mencoba menggali dan memaparkan
kedua hal ini yakni musik dan angka yang tidak saja ditinjau dari sisi
keilmuan, tetapi juga digali dari konteks sejarah dan sosial.
A.
Angka dan Matematika
Orang-orang primitif sekalipun memiliki
sistem angka. Mereka mungkin tidak dapat menghitung 2+2 = 4, akan tetapi mereka tahu bahwa dua
dari sesuatu ditambah dua dari sesuatu yang sama akan menghasilkan empat. Dari
langkah fundamental tersebut, banyak kebudayaan telah membangun sistem angka
mereka sendiri. Biasanya, sebagai suatu bahasa tertulis dengan konvensi yang
mirip orang-orang Babilonia,Mayan, dan orang-orang India misalnya secara esensi
menemukan sistem yang sama dari penulisan angka-angka yang besar sebagai satu digit yang berurut seperti yang kita gunakan sekarang meskipun
mereka tinggal pada tempat dan dalam kurun waktu yang berbeda.
Matematika oleh sebagian besar orang
dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang paling rumit dan memerlukan ketelitian.
Bagiahli matematika seperti Bronowsky, matematika merupakan kesenangan tersendiri
dan dapat menggambarkan peningkatannya/perkembangannya. Karena hal ini menjadi
bagian dari spekulasi manusia; menjadi tenaga dari pemikirian mistik
sebagaimana pemikiran rasional dalam peningkatan intelektual manusia. Beberapa
konsep yang ada dalam matematika seperti ide logis dari pembuktian, ide empiris
hukum-hukum pasti dari alam (khususnya bangun ruang), munculnya konsep operasi
bilangan, dan perpindahan dalam matematika dari statis menuju kepada deskripsi
yang dinamis.
B. Phytagoras Sang Pelopor
Untuk mencari asal mula dari
angka-angka, kita dapat melihat dari legenda dan sejarah. Bronowsky mengajak
kita ke sebuah tempat di Yunani, tempat yang menjadi pemujaan kepada Hera, Ratu
dari langit yang juga merupakan istri dari Zeus. Tempat itu bernama Samos.
Samos merupakan sebuah pulau tempat Phitagoras dilahirkan 580 SM. Selama masa
hidupnya pulau Samos ini dikuasai oleh tirani Polycrates. Sudah menjadi
tradisi, sebelum Phitagoras pergi melarikan diri (Phitagoras pergi meninggalkan Samos mengembarasampai
ke Mesir dan tempat-tempat lain mencari
pengetahuan). Sekitar 530 SM
, ia pindah ke Croton , di Magna Graecia,Italia Selatan, dan
mendirikan sebuah sekte keagamaan), dia mengajar kaum pengikut setianya di tempat yang tersembunyi, di gua putih, atau
di gunung-gunung. Bersama para pengikutnya ia mendirikan sebuah tarikat
keagamaan dengan nama Phytagorean. Tarikat kaum Pytagorean ini menekankan pentingnya
transformasi religius manusia dan
reinkarnasi serta purifikasi (penyucian) jiwa. Dasar kepercayaan kaum Pytagorean adalah bahwa jiwa manusia berpindah ke manusia lain, dan
dari manusia ke binatang.
(sumber: http://tuvaro.com/ws/Phytagoras+/images)
Dalam perkembangannya, kaum Phytagorean terpecah menjadi dua aliran,
yakni aliran akusmatikos dan matematikoi. Aliran akusmatikos adalah
kelompok yang sangat mematuhi penyucian
jiwa dengan menaati semua peraturan yang ada, sedangkan kaum matematikol adalah
mereka yang sangat mengutamakan ilmu pengetahuan, terutama ilmu pasti.
Phytagoras dianggap sebagai tukang sihir yang mumpuni
oleh para pengikutnya. Ia mengajarkan kepada pengikutnya bahwa alam semesta ini
diperintah oleh angka-angka. Di alam
semesta ini terdapat keharmonisan dalam keragaman, dan alam semesta memiliki
satu bahasa: angka-angka merupakan bahasa alam.
Phytagoras menemukan satu hubungan
yang mendasar antara keharmonisan musik dan matematika. Penemuan Phitagoras
tersebut muncul dalam bentuk yang belum tertata rapi/belum sistematis, masih agak
kacau, tak ubahnya sebuah cerita rakyat. Namun, apa yang telah ditemukan oleh
Phytagoras merupakan suatu yang tepat.
Satu
rentang benang atau dawai yang diregangkan secara keseluruhan akan menghasilkan
nada dasar. Keharmonisan suara dari dawai ini dihasilkan dengan membagi dawai
ke dalam bagian-bagian secara tepat ke dalam dua bagian, ke dalam tiga bagian,
ke dalam empat bagian, dan seterusnya. Jika petikan pada dawai tidak tepat pada
salah satu poin tersebut, maka suara yang keluar akan menjadi sumbang.
Integer Phytagore
(sumber: http://tuvaro.com/ws/Integer+Phytagores+/images)
Pada saat kita memindahkan simpul
panjang dawai, kita akan mengetahui bahwa kita sedang menentukan poin-poin yang
dimulai dari 1/3. Ini berarti satu oktav di atasnya, pindahkan simpul pada satu
poin 1/3 dari awal, ini merupakan seperlima di atasnya. Jika simpul diperpendek
menjadi seperempat maka ini adalah seperempat oktav lebih tinggi, dan jika
petikan pada benang tersebut tidak tepat, maka suara yang keluar akan menjadi
sumbang.
Phitagoras telah menemukan paduan
nada yang bersuara dan menyenangkan telinga (telinga orang Barat) sehubungan
dengan pembagian yang tepat dari dawai dengan keseluruhan angka. Bagi para
pengikut Phitagoras, penemuan ini memiliki kekuatan mistik. Persetujuan antara
alam dan angka begitu kuat sehingga diyakini bahwa suara alam dengan segala
karakteristik dan dimensinya haruslah berupa angka-angka yang mudah
mengekspresikan keharmonisan. Phytagorasdan para pengikutnya meyakini bahwa
ada kemampuan untuk menghitung
orbit yang ada di langit. Orang Yunani menggambarkannya sebagai bumi
yang melingkar pada bola kristal dengan
menghubungkannya pada interval-interval musik. Para pengikut Phytagoras merasa
bahwa semua peraturan, semua pergerakan yang terjadi di langit adalah musikal.
Ide-ide tersebut memberikan
kedudukan bagi Phytagorassebagai seorang filsuf, hampir setaraf dengan pemimpin
agama. Hal ini mendorong para pengikutnya
membentuk sebuah sekte yang bersifat rahasia dan revolusioner. Hal
inilah yang menyebabkan kebanyakan
pengikutnya menjadi hamba. Mereka
percaya akan adanya perpindahan jiwa yang dapat menjadi jalan bagi
mereka untuk kehidupan yang lebih baik setelah mati.
Transisi (perpindahan benda-benda
angkasa) bukanlah merupakan peristiwa yang kebetulan, Alam telah memperlihatkan
kepada kita dengan bentuk-bentuknya seperti ombak, kristal, tubuh manusia, dan
di sanalah kta harus memahami dan menemukan hubungan-hubungan numerik di dalam
alam. Phitagorasi merupakan seorang pioner dalam menghubung-hubungkan geometri
dengan angka-angka.
Phytagoras telah membuktikan bahwa
dunia suara diatur oleh angka-angka yang bersifat pasti. Alam telah menampilkan
kepada manusia dan di sanalah manusia harus memahami dan menemukan hubungan-hubungan
numerik di dalam alam. Phytagoras merupakan seorang filsuf dan figur religius
bagi para pengikutnya. Phytagoras dan para pengikutnya percaya bahwa segala
sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika,dan segala sesuatu dapat
diprediksi dan diikuti dalam siklus yang beritme.
A.
Teorema Phytagoras
Phytagoras sangat berjasa dalam
matematika dan geometri. Phytagoras telah membuktikan sebuah dalil umum, bukan hanya segitiga 3:4:5
atau segitiga Babilonia, tetapi juga segitiga siku-siku. Dia telah membuktikan
bahwa kuadrat dari sisi yang terpanjang atau disebut hyptenuse sama dengan jumlah kuadrat pada kedua sisi lainnya,
dengan syarat bahwa segitiga tersebut adalah segitiga siku-siku. Phytagoras
mengemukakan rumus bahwa sebuah segitiga siku-siku memiliki jumlah kuadrat
sebegaiaman contoh berikut:
Rumus: Jumlah kuadrat sisimiring (hypnotense)= jumlah kuadrat kedua sisi
lainnya.
(sisi miring)
52 = 5x5 = 25
(Sisi vertikal)
32 = 3x3 = 9
(sisi horizontal)
42 = 4X4 = 16
25 = 9+16
Sampai sekarang, dalil atau
teori yang dikemukakan oleh Phytagoras merupakan dalil terpenting dari
keseluruhan matematika. Penjelasannya adalah bahwa teorema Phytagoras dalam
bentuk penjelasan simetris bidang ruangan; sudut siku-siku adalah elemen yang
pembagi bidang dengan empat cara, yakni memutar segitiga tersebut secara
berurutan. Walaupun kita mengatakan bahwa apa yang dirumuskan Phytagoras
tersebut layaknya terlalu berlebihan, tetapi memang keadaannya demikian.
Sampai saat ini teorema Phytagoras menjadi suatu
teori yang terpenting dalam matematika. Penekanannya adalah bahwa teorema
Phytagoras merupakan penjelasan simetri bidang ruangan; sudut siku-siku adalah
elemen yang membagi bidang dengan empat cara. Jika bidang ruangan memiliki
jenis yang berbeda dari simetri, teroema tidak akan benar, beberapa berhubungan
antara bidang dari segitiga khusus akan menjadi benar. Ruangan hanya sebagai
bagian yang krusial dari alam jika sebagai benda bahkan jika zat (seperti
udara) dapat dilihat. Inilah ilmu pengetahuan yang dibicarakan dalam geometri.
Simetri bukan hanya sebuah hal yang deskriptif belaka, tetapi simetri
mempengaruhi keharmonisan di dalam alam.
Ketika Phytagoras telah berhasil
membuktikan teorema yang menakjubkan, dia menawarkan 100 lembu kepada Muses
(Dewi yang mengispirasi penciptaan sastra dan seni, dianggap sebagai Dewi
sumber ilmu pengetahuan) sebagai ungkapan terima kasih atas inspirasi yang ia
peroleh.Hal ini merupakan suatu bentuk ekspresi tindakan kebahagaiaan dan
kerendahan hati secara bersamaan, seperti halnya yang para imuwan sekarang
rasakan pada saat menemukan angka-angka yang cocok dan mereka akan mengatakan
“Ini merupakan suatu bagian dari sebuah kunci struktur alam.”
A. Pengaruh Asia (Timur) pada Yunani (Barat)
Pulau Samos (tempat kelahiran
Phytagoras) di Yunani berada satu mil
dari pantai Asia Minor atau Asia Kecil. Secara tradisional, Asia Kecil atau
dikenal dengan nama Anatolia merupakan daerah di sepanjang timur saluran antara Teluk Iskenderun dan Laut Hitam.
Dalam wacana modern, Asia Kecil atau Anatolia merupakan daerah yang
berada di wilayah Turki.
Sudah menjadi tradisi bagi orang
kala itu melakukan pengembaraan/perjalanan jauh untuk mendapatkan ilmu
pengetahuan termasuk apa yang dilakukan oleh Phytagoras. Phytagoras melakukan
perjalanan antara lain ke Asia yaitu ke Alexandria (Iskandariah/Mesir). Fakta
yang munculkemudian adalah bahwa pada
kebudayaan Yunani dan pada Phytagoras mengalir pengaruh Asia. Selama ini kita mengabaiakn
kenyataan ini. Kecenderungan kita justru berpikir bahwa Yunani adalah bagian
dari Barat. Dari Asialah mengalir banyak pemikiran yang mengispirasi
orang-orang Yunani pertama kali. Hal ini
kemudian kondisinya berbalik, kebudayaan tersebut kembali mengalir ke
negara-negara di Asia dari Barat. Pengetahuan membuat perjalanan banyak dilakukan
dalam lompatan waktu dan dari satu tempat ke tempat lain. Sebagai salah sat
contoh ialah matematika Phytagoras tidak
sampai kepada orang-orang Asia secara langsung, tetapi melalui perantara dan
waktu yang panjang.
Pada perkembangan berikutnya,
pemikiran Phytagoras diteruskan oleh salah satu muridnya, Euclid. Euclid
menulis buku yang berjudulElements of
Geometry. Buku ini sangat terkenal hampir menyamai Bible. Buku ini kemudian
diterjemahkan dalam beberapa bahasa. Orang-orang di berbagai negara baik di Eropa
maupun di Asia seperti di Alexandria membaca buku ini. Oleh karena itu, buku
dan pemikiran Phytagoras juga memberi pengaruh pada para pemikir Asia dan Timur
Tengah pada zaman selanjutnya.
Ilmu pengetahuan lain yang
dipraktikkan di Alexandria dalam abad-abad
sekitar lahirnya Kristus adalah ilmu astronomi. Sekali lagi kita menangkaparah
sejarah dalam legenda. Ketika Bibel mengatakan bahwa tiga orang laki-laki
bijaksana mengikuti sebuah bintang menuju Bethlehem. Ketiga orang lelaki
tersebut adalah orang yang mempelajari bintang. Rahasia dari langit yang
dilihat oleh orang bijak dari zaman purba yang oleh orang Yunani disebut
sebagai Claudius Plotemy, bekerja di Alexandria sekitar 150 M. Hasil karyanya
sampai ke Eropa dalam bentuk teks Arab. Naskah edisi Yunani Aslisudah
hilang,beberapa karena penjarahan dari perpustakaan besar di Alexandria oleh
para penikut Kristen fanatik pada tahun 389 M, sementara yang lainnya hilang
dalam perang dan invasi yang menyapu Mediterania Timur dari Zaman Kegelapan,
“Dark Age”. Istilah"Dark Age" berasaldari bahasa Latinsaeculumobscurum, awalnyaditerapkanolehCaesarBaroniuspada
tahun 1602untukmasa kekacauanpada abad10 dan 11.
Model
cakrawala yang dikembangkan oleh Claudius
Plotemy sangat kompleks, tapi dimulai dari sebuah analogi yang sederhana. Bulan
mengelilingi bumi, dengan jelas Plotemy yang mengungkapkan bahwa matahari dan
plenet-planet melakukan hal yang sama (mengelilingi bumi). Keyakinan
ini tertanam pada orang-orang Arab dan Kristen sampai zaman pertengahan.
Hal ini kemudian berakhir setelah 400.000 tahun
setelah terjadi kesepakatan besar yang tidak lebih lama dibandingkan
dari ilmu pengetahuan sekarang yang diharapkan tetap hidup tanpa perubahan yang
radikal.
Penting untuk kita refleksikan,
mengapa astronomi dibangun lebih awal dan lebih rumit serta efeknya menjadi pola bagi ilmu
pengetahuan alam. Pada saat itu, bintang-bintang pasti menjadi objek alam yang paling mustahil merangsang
keingintahuan manusia. Sebaliknya, tubuh manusia (anatomi, dan obat-obatan)
lebih menarik perhatian untuk didalami. Tapi, kenyataanya mengapa justru
astronomi lebih dahulu berkembang dibandingkan ilmu pengobatan? Mengapa ilmu
pengetahuan itu sendiri diambil dari bintang-bintang sebagai pertanda,
untuk memprediksi pengaruh yang menguntungkan dan merugikan, menghitung
kehidupan seseorang. Dalam pandangan Bronowsky,hal ini karena gerakan-gerakan yang dapat diobservasi
dari bintang-bintang dapat dikalkulasikan dan dari waktu dahulu, mungkin 3000 tahun
SM di Babilonia mengarahkan bintang-bintang pada matematika. Kebesaran
astronomi menghasilkan keanehan-keanehan yang dapat diperhitungkan secara
matematis. Den peningkatan dari fisika dan sebagain besar biologi sekrang,
bergantung pada penemuan formulasi-formulasi dan hukum-hukum mereka yang dapat
ditampilkan sebagai model matematika.
B.
Ilmu Pengetahuan Pada
Zaman Kejayaan Islam
Sebelum kedatangan Islam,
masyarakat Arab berada dalam keterbelakangan dan kegelapan. Mereka menganut
kepecayaan paganisme dan pemujaan pada dewa-dewa. Pola hidup yang statis dan
belum nampak ada tanda-tanda perkembangan ilmu pengetahuan. Walaupun demikian,
pada saat itu masyarakat Arab secara
bertahap mulaimemahami dasar-dasar
pengetahuan mengenai ilmu bumi, sejarah, dan suku-suku yang berada di
wilayahnya. Masyarakat Arab saat itu juga sudah berusaha melakukan komunikasi
dengan orang lain dan melakukan perjalanan perdagangan ke luar daerah. Hal ini
mendorong masyrakat Arab untuk menggunakan dan mengembangkan teknologi walaupun
masih sederhana. Perkembangan sains dan tenologi dalam pertanian, perdagangan,
peperangan, dan dalam segala kegiatan sudah mulai tampak. Pada saat itu
masyarakat Arab berada pada kekuasaan Kerajaan Roma yang menguasai dunia dan
bernaung di bawah panji-panji agama Nasrani. Setelah beberapa abad, penyebaran
agama Nasrani kemudian mengalami kemunduran. Akibatnya, kemerosotan nilai-nila
moral dan sosial terjadi di dunia Arab.
Masa-masa seperti itu kemudian dikenal sebagai zaman jahiliah, zaman kegelapan.
Pada masa 600 tahun setelah
kelahiran Yesus Kristus, datanglah Islam yeng merupakan gerak hati dan tenaga
baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Perubahan cepat mulai terjadi baik
mengenai pemikiran maupun pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan secara
berangsur-angsur mulai dirasakan dengan tetap berpegang pada wahyu yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad saw.
Dalam perjalanan sejarah, setelah
Nabi Muhammad berhasil menaklukkan Makkah pada 630 M, Islam mengambil alih
dunia bagian selatan bagaikan badai.
Dalam ratusan tahun Islam menaklukkan Alexandria,
membangun kota pendidikan yang hebat di Baghdad dan mendorong sampai ke
perbatasan timur sampai melebihi Isfahan di Persia. Pada tahun 730 M, kekuasaan
Islam mencapai wilayah dari Spanyol sampai Prancis Selatan menuju daerah
pinggiran Cina dan India; sebuah kekuatan dan kekuasaan yang spektakuler dan
anggun, sementara Eropa masih berada dalam zaman kegelapan.
Bagi para pemeluk agama Islam ilmu
pengetahuan yang diperoleh dari menaklukkan negara-negara dipadukan dengan semangat “mencuri”. Sementara pada
waktu yang sama kemampuan-kemampuan lokal dipandang masih sangat rendah.
Sebagai contoh, masjid kubah yang pertama, dibangun dengan sederhana tidak
lebih hebat dibandingkan dengan bangunan-bangunan kuno dengan pasangan empat
persegi yang sekarang masih digunakan. Masjid I’zomi di Isfahan merupakan salah
satu dari monumen yang menyedihkan dari masa awal Islam. Dalam kondisi seperti
ini, kemudian ilmu pengetahuan dari Yunani, dari Timur, digalih, diserap, dan
didiversifikasikan.
Nabi Muhammad menegaskan bahwa
Islam bukanlah agama keajaiban; Islam menjadi sebuah isi dari intelekual, suatu
pola kontemplasi dan analisis. Mistisisme Islam bukan berupa darah dan anggur,
daging dan roti, tetapi sebuah ekstasi (ritual, zikir). Sebagaimana terungkap
dalam Alquran, An-Nur:35 yang artinya:
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan
cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya
ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang
(yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang
banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur
(sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja)
hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya
(berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki,
dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.
Salah satu dari penemuan Yunani yang dielaborasi dan disebarluaskan oleh
Islam adalah astrolabel atauisntrumen untuk mengukur bintang. Sebagai sebuah
alat observasi, alat ini masih tergolong primitif. Alat ini hanya dapat
mengukur tingginya matahari atau sebuah bintang. Itupun dengan perkiraan. Tapi,
dengan memasangkan satu alat observasi dengan satu atau lebih terangkai dengan
peta bintang, alat tersebut dapat membawa maslah hitungan-hitungan yang rumit yang dapat menentukan garis
lintang, matahari terbit dan tenggelam, menentukan perhitungan waktu untuk
sholat, dan panduang arah menuju ke Mekkah bagi orang-orang yang melakukan
perjalanan. Dan memalui peta bintang, astrolab atau instrumen untuk mengukur
bintang serta dihiasi dengan detail-detail astrologi dan religius untuk
keperluan mistis.
Astrolabe
Dalam rentang waktu yang panjang, astrolabe menjadi
jam saku dan mistar hitung bagi dunia.
Perhitungan merupakan sesuatu yang menyenangkan yang tidak
ada habis-habisnya bagi para pelajar Moorish (penduduk Muslim abad pertengahan,
Maroko, Aljazair, dll.). Mereka mencintai
masalah, mereka senang menemukan
metode-metode sederhana untuk menyelesaikan masalah. Sebuah alat
perhitungan yang lebih rumit dibandingkan astrolabe, yakni sebuah alat penghitung astrologi atau astronomi
seperti kalender otomatisdibuat di Chalipate, Baghdad pada abad ke-13. Alat ini
menjadi saksi terhadapkemampuan makanik
bagi orang-orang yang membuatnya 700 tahun yang lalu dan menjadi saksi terhadap
kegemaran mereka untuk bermain angka-angka.
Satu penemuan yang paling penting
yang menggambarkan keingintahuan, kebesaran, dan toleransi para pelajar Arab
yang dibawa dari jauh adalah dalam menulis angka-angka. Notasi Eropa untuk menulis
angka-angka pada saat itu masih menggunakan gaya romawi yang jumlah angka-angka
dimasukkan bersama-sama ke dalam bagian-bagian penjumlahan yang mudah. Sebagai
contoh, 1825 ditulis dengan MDCCCXXV (M=1000, D=500, C+C+C = 100+100+100, X+X =
10+10, dan V=5). Islammenggantikan metode tersebut dengan notasi desimalmodern
yang kita sebut “Arabic”. Untuk menulis 1825, empat simbol secara sederhana
ditulis sebagaimana adanya. Ditulis langsung pada angka yang tunggal sebab
tempatnya pada setiap simbol berada menunjukkan apakah simbol tersebut pada
ribuan, ratusan, puluhan, atau satuan. Notasi Arab membutuhkan angka nol (0).
Kata nol (0) dan ziper merupakan kata-kata Arab, demikian juga dengan Algebra, Almanak, Zenic, dan lusinan
lainnya dalam matematika dan astronomi. Orang Arab membawa sistem desimal dari
India pada sekitar 750M, tapi halini
tidak ditangkap di Eroa selama 500 tahun setelah itu.
Sistem
angka tersebut dapat dijadikan ukuran dari kekuasaan Moorish yang membuat satu
jenis bazar pengetahuan dan para pelajarnya termasuk orang-orang Kristen di
Timur, dan orang Yahudi di Barat. Inilah mungkin suatu kualitas Islam sebagai
sebuah agama yang berusaha mengubah agama seseorang, tapi tidak memandang
rendah kepada pengetahuan mereka. Di Timur, kota Isfahan di Persia adalah
monumennya. Di Barat terdapat sebuah pioner yang luar biasa yang masih tetap
ada yaitu kota Alhambra diSpanyol Selatan.
Isfahan di
Persia (Iran) Alhambra
di Granada (Spanyol)
Terlihat dari luar, Alhambra merupakan bentuk empat
persgi panjang, benteng yang tidak mengisyaratkan pada bentuk-bentuk Arab. Di
dalamnya bukan hanya sebuah benteng, tetapi sebuah istana yang sengaja didesain
untuk menggambarkan dunia kebahagaiaan dari surga. Alhambra merupakan sebuah
konstruksi lama. Alhambra menggambarkan kekuasaan dan keamanan masa lalu pada
puncaknya. Alhambra dihiasi dengan musik air yang memiliki kenikmatan yang
berliku-liku sepanjang melodi-melodi Arab, gedung-gedung di sana berdasar
kepada skala Phytagoras dan empat persegi. Tiap istana diarahkan pada gaung dan
memori dari sebuah mimpi, melewati kendaraan/kereta hias sultan. Alhambra
merupakan deskripsi yang paling dekat dari surga sebagaimana diungkap dalam
Alquran:
(apakah)
perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa
yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya,
sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari
khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang
disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan
ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam Jahannam dan
diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?
Alhambra merupakan monumen yang
terakhir dan terindah dari kebudayaan Arab di Eropa. Raja terakhir Moorish memerintah sampai tahun 1492, ketika Ratu Isabella telah
kembali dari perjalanannya dengan Columbus. Alhambra merupakan sarang madu dari
istana-istana dan kamar-kamar dan Sala de Les Camas merupakan tempat paling
rahasia di dalam istana. Di sinilah gadis-gadis dari tempat selir-selir sultan
datang setelah mandi. Musisi-musisi buta bermain dalamgaleri, orang-orang kasim
berjalan. Dan sultan melihat dari atas lalu mengirimkan sebuah apel ke bawah
untuk menandai gadis pilihannya.
Dalam kebudayaan Barat, ruangan
ini akan penuh dengan gambar-gambar yang luar biasa dari bentuk-bentuk wanita,
gambar-gambar erotis. Tidak demikian halnya dengan di ruangan ini. Representasi
dari tubuh manusia dilarang bagi para pengikut Muhammad. Bahkan studi tentang
anatomi dilarang sama sekali dan itulah menjadi rintangan bagi berkembangnya
ilmu pengetahuan muslim. Di sini kita hanya mendapatkan lukisan yang berwarna
tapi sangat sederhana dari desain geometris. Seminam dan ilmuwan di Arab telah
menjadi satu. Pola-pola tersebut menampilkan sat poin yang tinggi dari orang
Arab terhadap kehalusan dan simetri ruang: ruang datar, ruang dua dimensi (
bidang Euclidean) yang telah dikarakterisasikan oleh Phytagoras.
A.
Kebangkitan Kembali
Ilmu Pengetahuan Kaum Kristen
Kaum Kristen kembali menyentak di Spanyol
Selatan sekitar 1000 M dari tumpuan-tumpuan seperti desa Santillana di
sepanjang garis pantai yang tidak pernah ditaklukkan oleh orang-orang Moor
(Moorish). Kristen merupakan sebuah agama dari dunia, di sini diekspresikan
dalam sebuah imajinasi yang sederhana dari desa; lembu jantan, keledai, dan
nabi Tuhan. Binatang menggambarkan apa yang tidak dipikirkan dalam pemujaan
kaum Muslim. Tidak hanya bentukbinatang saja yang diizinkan. Anak dari Tuhan
adalah seorang anak, ibunya adalah seorang wanita dan merupakan objek pemujaan
individu. Ketika seorang perawan dibawa ke dalam sebuah upacara, kita berada
dalam sebuah alam yang berbeda visi; bukan merupakan pola yang abstrak, tapi
berupa hidup yang berlimpah dan tidak tertekan.
Ketika Kristen datang kembali untuk memenangkan
Spanyol, kesenangan dari perjuangan berada pada perbatasan. Di sini Moor dan
Kristen serta Yahudi bercampu dan membuat sat peradaban yang luar biasa dari
keyakinan-keyakinan yang berbeda. Pada tahun 1085 M, pusat kebudayaancampuran
ini dibuat untuk sat waktu di kota Toledo. Toledo merupakan pelabuhan
intelektual yang masuk ke dalam Kristen Eropa telah membawa dari semua yang
klasik dari Arab bersama-sama dari Yunani, dari Timur Tengah, dan dari Asia.
Kita berpikir bahwa Italia
merupakan tempat lahirnya Renaissance. Tapi sesungguhnya konsepnya berasal dari
Spanyol pada abad ke-12 dan hal itu disimbolkan dan diekspresikan oleh sekolah
penerjemahan di Toledo. Teks-teks kuno diubah dari Yunani (yang sudah dilupakan
Eropa) melalui Arab dan Yahudi ke dalam bahasa Latin. Di Toledo, di kalangan
intelektual yang maju, dari sebuah kumpulan dari sebuah meja astronomi
digambarkan ensiklopedia posisi-posisi bintang. Ensiklopedia ini merupakan ciri
dari kota dan waktu. Meja-mejanya merupakan Kristen , tapi angka-angka dengan
Arab, dan sampai sekarang dikenal secara modern.
Penerjemah yang paling terkenal
dan yang paling cerdas adalah Gerard
dari Ceremona yang datang dari Italia secara khusus untuk menemukan sat salinan
buku Ptolemy tentang anatomi, The
Algamest. Gerard tinggal di Toledo untuk menerjemahkan Archimedes,
Hypocrates, Galen, Euclid, yang semuanya merupakan ilmu pengetahuan Yunani
klasik.
Sekitar tahun 1000 M, Alhazen seorang ahli matematika yang benar-benar memiliki pemikiran ilmiah
yang dihasilkan dari budaya Arab meluruskan pandangan orang Yunani mengenai persepsi objek dalam ruangan. Orang Yunani
beranggapan bahwa cahaya datang dari mata menuju ke objek. Alhazen untuk
pertama kalinya mengenal bahwa kita melihat sebuah objeksebab setiap poin dari
obek mengarahkan dan merefleksikan sinar kepada mata. Hal ini merupakan suatu gagasan yang sederhana
yang cukup mengherankan karena para ilmuwan hampir tidak memberikan perhatian kepadanya (kecuali
Robert Bacon) selama 600 tahun. Tapi para seniman memberikan perhatian terhadap
hal ini lama sebelum penemuan ini dengan cara mepraktikannya. Konsep dari ujung
sinar-sinar dari objek menuju ke mata menajdi pondasi dari prespektif.
Prespektif merupakan ide/gagasan baru yang sekarang mampu menyegarkan
matematika.
Kesenangan terhadap prespektif
berpindah ke dalam seni di Italia Utara. Di
Floence dan Venice pada abad 15. Sebuah naskah dari Alhazen berjudul Optics dalam terjemahan di perpustakaan
Vatikan Roma, dibubuhi keterangan oleh Lorenzo Ghberti yang membuat prespektif
perunggu terkenal untuk pintu-pintu dari Baptistry di Florence. Dia bukanlah
seorang pioner pertama dalam prespektif mungkin ada Filippo Brunllesci dan
cukup bagi mereka untuk memperkenalkan prespektif di sebuah sekolah.
Prespektivi merupakan sekolah dari pemikiran yang tujuannya tidak hanya untuk membuat
gambar-gambar seperti hidup, tetapi lebih untuk menciptakanpemahaman dari
gerakan mereka di dalam ruang.
Jhon Kepler setelah tahun 1600 M
meyakini bahwa gerakan planet-planet adalah bukan lingkaran dan tidak seragam.
Gerakan planet membentuk garis elips sepanjang dari garis planet yang
bervariasi kecepatannya. Hal ini berarti matematika lama dari pola-pola statis
akan tidak dapat mencukupi untuk jangka waktu yang lebih lama, begitu juga dari
matematika yang memiliki gerakan yang seragam.Kita membutuhkan matematika yang
baru, matematika yang dapat mengoperasikan gerakan yang tiba-tiba.
Matematika tentang gerakan yang
tiba-tiba ditemukan oleh dua orang pemikir besar pada akhir abad ke-17, yaitu
Isac Newton dan Lebiniz. Mereka membawa ide tentang garis singgung (tangen),
ide dari akselerasi, ide kemiringan, dan ide tentang deferensial, kalkulus
deferensial. Dengan kalkulus deferensial, matematika menjadi sebuah model yang
dinamis dri pemikiran, dan itulah sebuah langkah mental besar dalam peningkatan
manusia. Konsep-konsep teknis yang membuat halini bekerja adalah konsep dari
langkah inferensial; dan pemecahan intelektual datang untuk memberikan sebuah
sarana yang tepat untuk itu, tapi kita dapat meninggalkan konsep teknis untuk
profesional dan menanamkan matematika perubahan.
Hukum alam telah selalu dibuat
oleh angka-angka sejak Phytagoras mengatakan bahwa angka-angka merupakan bahasa
dari alam. Tapi sekarang, bahasa alam harus memasukkan angka-angka yang
menggambarkan waktu. Hukum alammenjadi
hukum gerak, dan alam itu sendiri bukan terdiri dari serangkaian urutan yang
statis, tapi sebuah proses yang bergerak.
Akhadiah, Sabarti dan Winda
Dewi Listyasari (editor).2011.Filsafat
Ilmu Lanjutan.Jakarta:KencanaPrenada Media Group.
Bronowski. 1981.The Ascent of Man.Published
in the United States of America by Little, Brown and Company.
Semiawan, Conny R., dkk. 2004.
Dimensi Kreatif dalam Filsafat.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya









Tidak ada komentar:
Posting Komentar