Sabtu, 12 Maret 2016

Music of the Spheres

Music of the Spheres
MUSIK DARI BENDA-BENDA (ANGKASA): HARMONI DARI SPHERES
(Kusen dan Sahri Ero)

A.      Pendahuluan
Pada pertemuan  terdahulu kita telah mendiskusikan pendakian atau kenaikan manusia  mulai dari pembicaraan tentang asal muasal manusia dan kedudukan manusia dibandingkan makhluk lainnya (“Lower than the Angels”, lebih rendah daripada malikat), kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan tentang munculnya peradaban manusia yang meliputi awal manusia migrasi, pertanian, permukiman pertama, dan  perang (“The Harvest of the Seasons”, panen dari musim-musim). Pembicaraan berlanjut pada bagian ketiga tentang perjalanan peradaban manusia yang mulai mengenal dan menapaki pendakian dunia batu-batuan dan arsitektur (“Tha Grain in the Stone”, Butiran Pasir di Dalam Batu). Pada bagian pembicaaan yang keempat mengenai api (energi) dan pemanfaatannya(“The Hidden Structure”, Struktur yang Trsembunyi). Kali ini akan kita bicarakan mengenai angka dan musik (“Music of the Sapheres”, Musik dari Benda-benda).
Secara ringkas pada bagian pendahuluan ini dapat penulis gambarkan bahwa music of spheres merupakan konsep filosofi kuno yang menganggap bahwa proporsi dalam pergerakan benda-benda angkasa (matahari, bulan, dan plenet-plenet lainnya) sebagai bentuk musikal. Musik yang sesungguhnya tidak dianggap benar-benar terdengar, tetapi merupakan konsep harmonis antara benda-benda dan atau matematika, dan atau agama


(Sumber: http://tuvaro.com/ws/Music+of+the+saphere+/images)
Lebih lanjut dalam bagian ini akan dibicarakan bagaimana angka-angka ditemukan, dihubungkan dalam harmonisasi musik-musik baik yang terdengar maupun yang tidak terdengar, serta harmonisasi agama dalam angka-angka dan musik.Bronowsky sang ilmuawan mencoba menggali dan memaparkan kedua hal ini yakni musik dan angka yang tidak saja ditinjau dari sisi keilmuan, tetapi juga digali dari konteks sejarah dan sosial.

A.      Angka dan Matematika
Orang-orang primitif sekalipun memiliki sistem angka. Mereka mungkin tidak dapat menghitung  2+2 = 4, akan tetapi mereka tahu bahwa dua dari sesuatu ditambah dua dari sesuatu yang sama akan menghasilkan empat. Dari langkah fundamental tersebut, banyak kebudayaan telah membangun sistem angka mereka sendiri. Biasanya, sebagai suatu bahasa tertulis dengan konvensi yang mirip orang-orang Babilonia,Mayan, dan orang-orang India misalnya secara esensi menemukan sistem yang sama dari penulisan angka-angka yang besar  sebagai satu digit yang berurut  seperti yang kita gunakan sekarang meskipun mereka tinggal pada tempat dan dalam kurun waktu yang berbeda.
Matematika oleh sebagian besar orang dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang paling rumit dan memerlukan ketelitian. Bagiahli matematika seperti Bronowsky, matematika merupakan kesenangan tersendiri dan dapat menggambarkan peningkatannya/perkembangannya. Karena hal ini menjadi bagian dari spekulasi manusia; menjadi tenaga dari pemikirian mistik sebagaimana pemikiran rasional dalam peningkatan intelektual manusia. Beberapa konsep yang ada dalam matematika seperti ide logis dari pembuktian, ide empiris hukum-hukum pasti dari alam (khususnya bangun ruang), munculnya konsep operasi bilangan, dan perpindahan dalam matematika dari statis menuju kepada deskripsi yang dinamis.

B.      Phytagoras Sang Pelopor
Untuk mencari asal mula dari angka-angka, kita dapat melihat dari legenda dan sejarah. Bronowsky mengajak kita ke sebuah tempat di Yunani, tempat yang menjadi pemujaan kepada Hera, Ratu dari langit yang juga merupakan istri dari Zeus. Tempat itu bernama Samos. Samos merupakan sebuah pulau tempat Phitagoras dilahirkan 580 SM. Selama masa hidupnya pulau Samos ini dikuasai oleh tirani Polycrates. Sudah menjadi tradisi, sebelum Phitagoras pergi melarikan diri (Phitagoras pergi meninggalkan Samos mengembarasampai ke  Mesir dan tempat-tempat lain mencari pengetahuan). Sekitar 530 SM , ia pindah ke Croton , di Magna Graecia,Italia Selatan,  dan mendirikan sebuah sekte keagamaan), dia mengajar kaum pengikut setianya  di tempat yang tersembunyi, di gua putih, atau di gunung-gunung. Bersama para pengikutnya ia mendirikan sebuah tarikat keagamaan  dengan nama Phytagorean. Tarikat kaum Pytagorean ini menekankan pentingnya transformasi  religius manusia dan reinkarnasi serta purifikasi (penyucian) jiwa. Dasar kepercayaan kaum Pytagorean adalah bahwa  jiwa manusia berpindah ke manusia lain, dan dari manusia ke binatang.

(sumber: http://tuvaro.com/ws/Phytagoras+/images)
Dalam perkembangannya, kaum Phytagorean terpecah menjadi dua aliran, yakni aliran akusmatikos dan matematikoi. Aliran akusmatikos adalah kelompok  yang sangat mematuhi penyucian jiwa dengan menaati semua peraturan yang ada, sedangkan kaum matematikol adalah mereka yang sangat mengutamakan ilmu pengetahuan, terutama ilmu pasti.
Phytagoras dianggap sebagai tukang sihir yang mumpuni oleh para pengikutnya. Ia mengajarkan kepada pengikutnya bahwa alam semesta ini diperintah oleh angka-angka.  Di alam semesta ini terdapat keharmonisan dalam keragaman, dan alam semesta memiliki satu bahasa: angka-angka merupakan bahasa alam.
Phytagoras menemukan satu hubungan yang mendasar antara keharmonisan musik dan matematika. Penemuan Phitagoras tersebut muncul dalam bentuk yang belum tertata rapi/belum sistematis, masih agak kacau, tak ubahnya sebuah cerita rakyat. Namun, apa yang telah ditemukan oleh Phytagoras merupakan suatu yang tepat.
Satu rentang benang atau dawai yang diregangkan secara keseluruhan akan menghasilkan nada dasar. Keharmonisan suara dari dawai ini dihasilkan dengan membagi dawai ke dalam bagian-bagian secara tepat ke dalam dua bagian, ke dalam tiga bagian, ke dalam empat bagian, dan seterusnya. Jika petikan pada dawai tidak tepat pada salah satu poin tersebut, maka suara yang keluar akan menjadi sumbang.

Integer Phytagore

(sumber: http://tuvaro.com/ws/Integer+Phytagores+/images)
Pada saat kita memindahkan simpul panjang dawai, kita akan mengetahui bahwa kita sedang menentukan poin-poin yang dimulai dari 1/3. Ini berarti satu oktav di atasnya, pindahkan simpul pada satu poin 1/3 dari awal, ini merupakan seperlima di atasnya. Jika simpul diperpendek menjadi seperempat maka ini adalah seperempat oktav lebih tinggi, dan jika petikan pada benang tersebut tidak tepat, maka suara yang keluar akan menjadi sumbang.
Phitagoras telah menemukan paduan nada yang bersuara dan menyenangkan telinga (telinga orang Barat) sehubungan dengan pembagian yang tepat dari dawai dengan keseluruhan angka. Bagi para pengikut Phitagoras, penemuan ini memiliki kekuatan mistik. Persetujuan antara alam dan angka begitu kuat sehingga diyakini bahwa suara alam dengan segala karakteristik dan dimensinya haruslah berupa angka-angka yang mudah mengekspresikan keharmonisan. Phytagorasdan para pengikutnya meyakini  bahwa  ada kemampuan untuk menghitung  orbit yang ada di langit. Orang Yunani menggambarkannya sebagai bumi yang melingkar pada bola kristal  dengan menghubungkannya pada interval-interval musik. Para pengikut Phytagoras merasa bahwa semua peraturan, semua pergerakan yang terjadi di langit adalah musikal.
Ide-ide tersebut memberikan kedudukan bagi Phytagorassebagai seorang filsuf, hampir setaraf dengan pemimpin agama. Hal ini mendorong para pengikutnya  membentuk  sebuah sekte  yang bersifat rahasia dan revolusioner. Hal inilah yang menyebabkan  kebanyakan pengikutnya  menjadi hamba.  Mereka  percaya akan adanya perpindahan jiwa yang dapat menjadi jalan bagi mereka untuk kehidupan yang lebih baik setelah mati.
Transisi (perpindahan benda-benda angkasa) bukanlah merupakan peristiwa yang kebetulan, Alam telah memperlihatkan kepada kita dengan bentuk-bentuknya seperti ombak, kristal, tubuh manusia, dan di sanalah kta harus memahami dan menemukan hubungan-hubungan numerik di dalam alam. Phitagorasi merupakan seorang pioner dalam menghubung-hubungkan geometri dengan angka-angka.
Phytagoras telah membuktikan bahwa dunia suara diatur oleh angka-angka yang bersifat pasti. Alam telah menampilkan kepada manusia dan di sanalah manusia harus memahami dan menemukan hubungan-hubungan numerik di dalam alam. Phytagoras merupakan seorang filsuf dan figur religius bagi para pengikutnya. Phytagoras dan para pengikutnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika,dan segala sesuatu dapat diprediksi dan diikuti dalam siklus yang beritme.
A.      Teorema Phytagoras
Phytagoras sangat berjasa dalam matematika dan geometri. Phytagoras telah membuktikan  sebuah dalil umum, bukan hanya segitiga 3:4:5 atau segitiga Babilonia, tetapi juga segitiga siku-siku. Dia telah membuktikan bahwa kuadrat dari sisi yang terpanjang atau disebut hyptenuse sama dengan jumlah kuadrat pada kedua sisi lainnya, dengan syarat bahwa segitiga tersebut adalah segitiga siku-siku. Phytagoras mengemukakan rumus bahwa sebuah segitiga siku-siku memiliki jumlah kuadrat sebegaiaman contoh berikut:
Rumus: Jumlah kuadrat sisimiring (hypnotense)= jumlah kuadrat kedua sisi lainnya.
(sisi miring)          52 = 5x5 = 25
(Sisi vertikal)        32 = 3x3 = 9
(sisi horizontal)    42  = 4X4 = 16
25 = 9+16
                Sampai sekarang, dalil atau teori yang dikemukakan oleh Phytagoras merupakan dalil terpenting dari keseluruhan matematika. Penjelasannya adalah bahwa teorema Phytagoras dalam bentuk penjelasan simetris bidang ruangan; sudut siku-siku adalah elemen yang pembagi bidang dengan empat cara, yakni memutar segitiga tersebut secara berurutan. Walaupun kita mengatakan bahwa apa yang dirumuskan Phytagoras tersebut layaknya terlalu berlebihan, tetapi memang keadaannya demikian.

Sampai saat ini teorema Phytagoras menjadi suatu teori yang terpenting dalam matematika. Penekanannya adalah bahwa teorema Phytagoras merupakan penjelasan simetri bidang ruangan; sudut siku-siku adalah elemen yang membagi bidang dengan empat cara. Jika bidang ruangan memiliki jenis yang berbeda dari simetri, teroema tidak akan benar, beberapa berhubungan antara bidang dari segitiga khusus akan menjadi benar. Ruangan hanya sebagai bagian yang krusial dari alam jika sebagai benda bahkan jika zat (seperti udara) dapat dilihat. Inilah ilmu pengetahuan yang dibicarakan dalam geometri. Simetri bukan hanya sebuah hal yang deskriptif belaka, tetapi simetri mempengaruhi keharmonisan di dalam alam.
Ketika Phytagoras telah berhasil membuktikan teorema yang menakjubkan, dia menawarkan 100 lembu kepada Muses (Dewi yang mengispirasi penciptaan sastra dan seni, dianggap sebagai Dewi sumber ilmu pengetahuan) sebagai ungkapan terima kasih atas inspirasi yang ia peroleh.Hal ini merupakan suatu bentuk ekspresi tindakan kebahagaiaan dan kerendahan hati secara bersamaan, seperti halnya yang para imuwan sekarang rasakan pada saat menemukan angka-angka yang cocok dan mereka akan mengatakan “Ini merupakan suatu bagian dari sebuah kunci struktur alam.”
A.      Pengaruh Asia (Timur) pada Yunani (Barat)
Pulau Samos (tempat kelahiran Phytagoras)  di Yunani berada satu mil dari pantai Asia Minor atau Asia Kecil. Secara tradisional, Asia Kecil atau dikenal dengan nama Anatolia merupakan daerah di sepanjang timur saluran antara Teluk Iskenderun dan Laut Hitam. Dalam wacana modern, Asia Kecil atau Anatolia merupakan daerah yang berada di wilayah Turki.
Sudah menjadi tradisi bagi orang kala itu melakukan pengembaraan/perjalanan jauh untuk mendapatkan ilmu pengetahuan termasuk apa yang dilakukan oleh Phytagoras. Phytagoras melakukan perjalanan antara lain ke Asia yaitu ke Alexandria (Iskandariah/Mesir). Fakta yang munculkemudian adalah bahwa pada  kebudayaan Yunani dan pada Phytagoras mengalir  pengaruh Asia. Selama ini kita mengabaiakn kenyataan ini. Kecenderungan kita justru berpikir bahwa Yunani adalah bagian dari Barat. Dari Asialah mengalir banyak pemikiran yang mengispirasi orang-orang Yunani pertama kali.  Hal ini kemudian kondisinya berbalik, kebudayaan tersebut kembali mengalir ke negara-negara di Asia dari Barat. Pengetahuan membuat perjalanan banyak dilakukan dalam lompatan waktu dan dari satu tempat ke tempat lain. Sebagai salah sat contoh  ialah matematika Phytagoras tidak sampai kepada orang-orang Asia secara langsung, tetapi melalui perantara dan waktu yang panjang.
Pada perkembangan berikutnya, pemikiran Phytagoras diteruskan oleh salah satu muridnya, Euclid. Euclid menulis buku yang berjudulElements of Geometry. Buku ini sangat terkenal hampir menyamai Bible. Buku ini kemudian diterjemahkan dalam beberapa bahasa. Orang-orang di berbagai negara baik di Eropa maupun di Asia seperti di Alexandria membaca buku ini. Oleh karena itu, buku dan pemikiran Phytagoras juga memberi pengaruh pada para pemikir Asia dan Timur Tengah pada zaman selanjutnya.
Ilmu pengetahuan lain yang dipraktikkan di Alexandria  dalam abad-abad sekitar lahirnya Kristus adalah ilmu astronomi. Sekali lagi kita menangkaparah sejarah dalam legenda. Ketika Bibel mengatakan bahwa tiga orang laki-laki bijaksana mengikuti sebuah bintang menuju Bethlehem. Ketiga orang lelaki tersebut adalah orang yang mempelajari bintang. Rahasia dari langit yang dilihat oleh orang bijak dari zaman purba yang oleh orang Yunani disebut sebagai Claudius Plotemy, bekerja di Alexandria sekitar 150 M. Hasil karyanya sampai ke Eropa dalam bentuk teks Arab. Naskah edisi Yunani Aslisudah hilang,beberapa karena penjarahan dari perpustakaan besar di Alexandria oleh para penikut Kristen fanatik pada tahun 389 M, sementara yang lainnya hilang dalam perang dan invasi yang menyapu Mediterania Timur dari Zaman Kegelapan, “Dark Age”.  Istilah"Dark Age" berasaldari bahasa Latinsaeculumobscurum, awalnyaditerapkanolehCaesarBaroniuspada tahun 1602untukmasa kekacauanpada abad10 dan 11.
Model cakrawala  yang dikembangkan oleh Claudius Plotemy sangat kompleks, tapi dimulai dari sebuah analogi yang sederhana. Bulan mengelilingi bumi, dengan jelas Plotemy yang mengungkapkan bahwa matahari dan plenet-planet melakukan hal yang sama (mengelilingi bumi).  Keyakinan  ini tertanam pada orang-orang Arab dan Kristen sampai zaman pertengahan. Hal ini kemudian berakhir setelah 400.000 tahun  setelah terjadi kesepakatan besar yang tidak lebih lama dibandingkan dari ilmu pengetahuan sekarang yang diharapkan tetap hidup tanpa perubahan yang radikal.
Penting untuk kita refleksikan, mengapa astronomi dibangun lebih awal dan lebih rumit  serta efeknya menjadi pola bagi ilmu pengetahuan alam. Pada saat itu, bintang-bintang  pasti menjadi objek  alam yang paling mustahil merangsang keingintahuan manusia. Sebaliknya, tubuh manusia (anatomi, dan obat-obatan) lebih menarik perhatian untuk didalami. Tapi, kenyataanya mengapa justru astronomi lebih dahulu berkembang dibandingkan ilmu pengobatan?  Mengapa ilmu  pengetahuan itu sendiri diambil dari bintang-bintang sebagai pertanda, untuk memprediksi pengaruh yang menguntungkan dan merugikan, menghitung kehidupan seseorang. Dalam pandangan Bronowsky,hal ini  karena gerakan-gerakan yang dapat diobservasi dari bintang-bintang dapat dikalkulasikan dan dari waktu dahulu, mungkin 3000 tahun SM di Babilonia mengarahkan bintang-bintang pada matematika. Kebesaran astronomi menghasilkan keanehan-keanehan yang dapat diperhitungkan secara matematis. Den peningkatan dari fisika dan sebagain besar biologi sekrang, bergantung pada penemuan formulasi-formulasi dan hukum-hukum mereka yang dapat ditampilkan sebagai model matematika.

B.                  Ilmu Pengetahuan Pada Zaman Kejayaan Islam
Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab berada dalam keterbelakangan dan kegelapan. Mereka menganut kepecayaan paganisme dan pemujaan pada dewa-dewa. Pola hidup yang statis dan belum nampak ada tanda-tanda perkembangan ilmu pengetahuan. Walaupun demikian, pada saat itu masyarakat Arab  secara bertahap  mulaimemahami dasar-dasar pengetahuan mengenai ilmu bumi, sejarah, dan suku-suku yang berada di wilayahnya. Masyarakat Arab saat itu juga sudah berusaha melakukan komunikasi dengan orang lain dan melakukan perjalanan perdagangan ke luar daerah. Hal ini mendorong masyrakat Arab untuk menggunakan dan mengembangkan teknologi walaupun masih sederhana. Perkembangan sains dan tenologi dalam pertanian, perdagangan, peperangan, dan dalam segala kegiatan sudah mulai tampak. Pada saat itu masyarakat Arab berada pada kekuasaan Kerajaan Roma yang menguasai dunia dan bernaung di bawah panji-panji agama Nasrani. Setelah beberapa abad, penyebaran agama Nasrani kemudian mengalami kemunduran. Akibatnya, kemerosotan nilai-nila moral  dan sosial terjadi di dunia Arab. Masa-masa seperti itu kemudian dikenal sebagai zaman jahiliah, zaman kegelapan.
Pada masa 600 tahun setelah kelahiran Yesus Kristus, datanglah Islam yeng merupakan gerak hati dan tenaga baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Perubahan cepat mulai terjadi baik mengenai pemikiran maupun pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan secara berangsur-angsur mulai dirasakan dengan tetap berpegang pada wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
Dalam perjalanan sejarah, setelah Nabi Muhammad berhasil menaklukkan Makkah pada 630 M, Islam mengambil alih dunia  bagian selatan bagaikan badai. Dalam ratusan tahun Islam menaklukkan  Alexandria, membangun kota pendidikan yang hebat di Baghdad dan mendorong sampai ke perbatasan timur sampai melebihi Isfahan di Persia. Pada tahun 730 M, kekuasaan Islam mencapai wilayah dari Spanyol sampai Prancis Selatan menuju daerah pinggiran Cina dan India; sebuah kekuatan dan kekuasaan yang spektakuler dan anggun, sementara Eropa masih berada dalam zaman kegelapan.
Bagi para pemeluk agama Islam ilmu pengetahuan yang diperoleh dari menaklukkan negara-negara dipadukan  dengan semangat “mencuri”. Sementara pada waktu yang sama kemampuan-kemampuan lokal dipandang masih sangat rendah. Sebagai contoh, masjid kubah yang pertama, dibangun dengan sederhana tidak lebih hebat dibandingkan dengan bangunan-bangunan kuno dengan pasangan empat persegi yang sekarang masih digunakan. Masjid I’zomi di Isfahan merupakan salah satu dari monumen yang menyedihkan dari masa awal Islam. Dalam kondisi seperti ini, kemudian ilmu pengetahuan dari Yunani, dari Timur, digalih, diserap, dan didiversifikasikan.
Nabi Muhammad menegaskan bahwa Islam bukanlah agama keajaiban; Islam menjadi sebuah isi dari intelekual, suatu pola kontemplasi dan analisis. Mistisisme Islam bukan berupa darah dan anggur, daging dan roti, tetapi sebuah ekstasi (ritual, zikir). Sebagaimana terungkap dalam Alquran, An-Nur:35 yang artinya:
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Salah satu dari penemuan Yunani yang dielaborasi dan disebarluaskan oleh Islam adalah astrolabel atauisntrumen untuk mengukur bintang. Sebagai sebuah alat observasi, alat ini masih tergolong primitif. Alat ini hanya dapat mengukur tingginya matahari atau sebuah bintang. Itupun dengan perkiraan. Tapi, dengan memasangkan satu alat observasi dengan satu atau lebih terangkai dengan peta bintang, alat tersebut dapat membawa maslah hitungan-hitungan  yang rumit yang dapat menentukan garis lintang, matahari terbit dan tenggelam, menentukan perhitungan waktu untuk sholat, dan panduang arah menuju ke Mekkah bagi orang-orang yang melakukan perjalanan. Dan memalui peta bintang, astrolab atau instrumen untuk mengukur bintang serta dihiasi dengan detail-detail astrologi dan religius untuk keperluan mistis.

Astrolabe
Dalam rentang waktu yang panjang, astrolabe menjadi jam saku dan mistar hitung bagi dunia.
Perhitungan  merupakan sesuatu yang menyenangkan yang tidak ada habis-habisnya bagi para pelajar Moorish (penduduk Muslim abad pertengahan, Maroko, Aljazair, dll.). Mereka mencintai  masalah, mereka senang menemukan  metode-metode sederhana untuk menyelesaikan masalah. Sebuah alat perhitungan yang lebih rumit dibandingkan astrolabe, yakni sebuah  alat penghitung astrologi atau astronomi seperti kalender otomatisdibuat di Chalipate, Baghdad pada abad ke-13. Alat ini menjadi saksi  terhadapkemampuan makanik bagi orang-orang yang membuatnya 700 tahun yang lalu dan menjadi saksi terhadap kegemaran mereka untuk bermain angka-angka.
Satu penemuan yang paling penting yang menggambarkan keingintahuan, kebesaran, dan toleransi para pelajar Arab yang dibawa dari jauh adalah dalam menulis angka-angka. Notasi Eropa untuk menulis angka-angka pada saat itu masih menggunakan gaya romawi yang jumlah angka-angka dimasukkan bersama-sama ke dalam bagian-bagian penjumlahan yang mudah. Sebagai contoh, 1825 ditulis dengan MDCCCXXV (M=1000, D=500, C+C+C = 100+100+100, X+X = 10+10, dan V=5). Islammenggantikan metode tersebut dengan notasi desimalmodern yang kita sebut “Arabic”. Untuk menulis 1825, empat simbol secara sederhana ditulis sebagaimana adanya. Ditulis langsung pada angka yang tunggal sebab tempatnya pada setiap simbol berada menunjukkan apakah simbol tersebut pada ribuan, ratusan, puluhan, atau satuan. Notasi Arab membutuhkan angka nol (0). Kata nol (0) dan ziper merupakan kata-kata Arab, demikian juga dengan Algebra, Almanak, Zenic, dan lusinan lainnya dalam matematika dan astronomi. Orang Arab membawa sistem desimal dari India pada sekitar 750M, tapi  halini tidak ditangkap di Eroa selama 500 tahun setelah itu.
Sistem angka tersebut dapat dijadikan ukuran dari kekuasaan Moorish yang membuat satu jenis bazar pengetahuan dan para pelajarnya termasuk orang-orang Kristen di Timur, dan orang Yahudi di Barat. Inilah mungkin suatu kualitas Islam sebagai sebuah agama yang berusaha mengubah agama seseorang, tapi tidak memandang rendah kepada pengetahuan mereka. Di Timur, kota Isfahan di Persia adalah monumennya. Di Barat terdapat sebuah pioner yang luar biasa yang masih tetap ada yaitu kota Alhambra diSpanyol Selatan.
                                    Isfahan di Persia (Iran)                  Alhambra di Granada (Spanyol)
Terlihat dari luar, Alhambra merupakan bentuk empat persgi panjang, benteng yang tidak mengisyaratkan pada bentuk-bentuk Arab. Di dalamnya bukan hanya sebuah benteng, tetapi sebuah istana yang sengaja didesain untuk menggambarkan dunia kebahagaiaan dari surga. Alhambra merupakan sebuah konstruksi lama. Alhambra menggambarkan kekuasaan dan keamanan masa lalu pada puncaknya. Alhambra dihiasi dengan musik air yang memiliki kenikmatan yang berliku-liku sepanjang melodi-melodi Arab, gedung-gedung di sana berdasar kepada skala Phytagoras dan empat persegi. Tiap istana diarahkan pada gaung dan memori dari sebuah mimpi, melewati kendaraan/kereta hias sultan. Alhambra merupakan deskripsi yang paling dekat dari surga sebagaimana diungkap dalam Alquran:
(apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam Jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?
Alhambra merupakan monumen yang terakhir dan terindah dari kebudayaan Arab di Eropa. Raja terakhir Moorish memerintah  sampai tahun 1492, ketika Ratu Isabella telah kembali dari perjalanannya dengan Columbus. Alhambra merupakan sarang madu dari istana-istana dan kamar-kamar dan Sala de Les Camas merupakan tempat paling rahasia di dalam istana. Di sinilah gadis-gadis dari tempat selir-selir sultan datang setelah mandi. Musisi-musisi buta bermain dalamgaleri, orang-orang kasim berjalan. Dan sultan melihat dari atas lalu mengirimkan sebuah apel ke bawah untuk menandai gadis pilihannya.
Dalam kebudayaan Barat, ruangan ini akan penuh dengan gambar-gambar yang luar biasa dari bentuk-bentuk wanita, gambar-gambar erotis. Tidak demikian halnya dengan di ruangan ini. Representasi dari tubuh manusia dilarang bagi para pengikut Muhammad. Bahkan studi tentang anatomi dilarang sama sekali dan itulah menjadi rintangan bagi berkembangnya ilmu pengetahuan muslim. Di sini kita hanya mendapatkan lukisan yang berwarna tapi sangat sederhana dari desain geometris. Seminam dan ilmuwan di Arab telah menjadi satu. Pola-pola tersebut menampilkan sat poin yang tinggi dari orang Arab terhadap kehalusan dan simetri ruang: ruang datar, ruang dua dimensi ( bidang Euclidean) yang telah dikarakterisasikan oleh Phytagoras.
A.                  Kebangkitan Kembali Ilmu Pengetahuan Kaum Kristen
Kaum Kristen kembali menyentak di Spanyol Selatan sekitar 1000 M dari tumpuan-tumpuan seperti desa Santillana di sepanjang garis pantai yang tidak pernah ditaklukkan oleh orang-orang Moor (Moorish). Kristen merupakan sebuah agama dari dunia, di sini diekspresikan dalam sebuah imajinasi yang sederhana dari desa; lembu jantan, keledai, dan nabi Tuhan. Binatang menggambarkan apa yang tidak dipikirkan dalam pemujaan kaum Muslim. Tidak hanya bentukbinatang saja yang diizinkan. Anak dari Tuhan adalah seorang anak, ibunya adalah seorang wanita dan merupakan objek pemujaan individu. Ketika seorang perawan dibawa ke dalam sebuah upacara, kita berada dalam sebuah alam yang berbeda visi; bukan merupakan pola yang abstrak, tapi berupa hidup yang berlimpah dan tidak tertekan.
Ketika  Kristen datang kembali untuk memenangkan Spanyol, kesenangan dari perjuangan berada pada perbatasan. Di sini Moor dan Kristen serta Yahudi bercampu dan membuat sat peradaban yang luar biasa dari keyakinan-keyakinan yang berbeda. Pada tahun 1085 M, pusat kebudayaancampuran ini dibuat untuk sat waktu di kota Toledo. Toledo merupakan pelabuhan intelektual yang masuk ke dalam Kristen Eropa telah membawa dari semua yang klasik dari Arab bersama-sama dari Yunani, dari Timur Tengah, dan dari Asia.
Kita berpikir bahwa Italia merupakan tempat lahirnya Renaissance. Tapi sesungguhnya konsepnya berasal dari Spanyol pada abad ke-12 dan hal itu disimbolkan dan diekspresikan oleh sekolah penerjemahan di Toledo. Teks-teks kuno diubah dari Yunani (yang sudah dilupakan Eropa) melalui Arab dan Yahudi ke dalam bahasa Latin. Di Toledo, di kalangan intelektual yang maju, dari sebuah kumpulan dari sebuah meja astronomi digambarkan ensiklopedia posisi-posisi bintang. Ensiklopedia ini merupakan ciri dari kota dan waktu. Meja-mejanya merupakan Kristen , tapi angka-angka dengan Arab, dan sampai sekarang dikenal secara modern.
Penerjemah yang paling terkenal dan yang paling cerdas  adalah Gerard dari Ceremona yang datang dari Italia secara khusus untuk menemukan sat salinan buku Ptolemy tentang anatomi, The Algamest. Gerard tinggal di Toledo untuk menerjemahkan Archimedes, Hypocrates, Galen, Euclid, yang semuanya merupakan ilmu pengetahuan Yunani klasik.
Sekitar tahun 1000 M, Alhazen  seorang ahli matematika  yang benar-benar memiliki pemikiran ilmiah yang dihasilkan dari budaya Arab meluruskan pandangan orang Yunani mengenai  persepsi objek dalam ruangan. Orang Yunani beranggapan bahwa cahaya datang dari mata menuju ke objek. Alhazen untuk pertama kalinya mengenal bahwa kita melihat sebuah objeksebab setiap poin dari obek mengarahkan dan merefleksikan sinar kepada mata.  Hal ini merupakan suatu gagasan yang sederhana yang cukup mengherankan karena para ilmuwan hampir tidak  memberikan perhatian kepadanya (kecuali Robert Bacon) selama 600 tahun. Tapi para seniman memberikan perhatian terhadap hal ini lama sebelum penemuan ini dengan cara mepraktikannya. Konsep dari ujung sinar-sinar dari objek menuju ke mata menajdi pondasi dari prespektif. Prespektif merupakan ide/gagasan baru yang sekarang mampu menyegarkan matematika.
Kesenangan terhadap prespektif berpindah ke dalam seni di Italia Utara. Di  Floence dan Venice pada abad 15. Sebuah naskah dari Alhazen berjudul Optics dalam terjemahan di perpustakaan Vatikan Roma, dibubuhi keterangan oleh Lorenzo Ghberti yang membuat prespektif perunggu terkenal untuk pintu-pintu dari Baptistry di Florence. Dia bukanlah seorang pioner pertama dalam prespektif mungkin ada Filippo Brunllesci dan cukup bagi mereka untuk memperkenalkan prespektif di sebuah sekolah. Prespektivi merupakan sekolah dari pemikiran yang tujuannya tidak hanya untuk membuat gambar-gambar seperti hidup, tetapi lebih untuk menciptakanpemahaman dari gerakan mereka di dalam ruang.
Jhon Kepler setelah tahun 1600 M meyakini bahwa gerakan planet-planet adalah bukan lingkaran dan tidak seragam. Gerakan planet membentuk garis elips sepanjang dari garis planet yang bervariasi kecepatannya. Hal ini berarti matematika lama dari pola-pola statis akan tidak dapat mencukupi untuk jangka waktu yang lebih lama, begitu juga dari matematika yang memiliki gerakan yang seragam.Kita membutuhkan matematika yang baru, matematika yang dapat mengoperasikan gerakan yang tiba-tiba.
Matematika tentang gerakan yang tiba-tiba ditemukan oleh dua orang pemikir besar pada akhir abad ke-17, yaitu Isac Newton dan Lebiniz. Mereka membawa ide tentang garis singgung (tangen), ide dari akselerasi, ide kemiringan, dan ide tentang deferensial, kalkulus deferensial. Dengan kalkulus deferensial, matematika menjadi sebuah model yang dinamis dri pemikiran, dan itulah sebuah langkah mental besar dalam peningkatan manusia. Konsep-konsep teknis yang membuat halini bekerja adalah konsep dari langkah inferensial; dan pemecahan intelektual datang untuk memberikan sebuah sarana yang tepat untuk itu, tapi kita dapat meninggalkan konsep teknis untuk profesional dan menanamkan matematika perubahan.
Hukum alam telah selalu dibuat oleh angka-angka sejak Phytagoras mengatakan bahwa angka-angka merupakan bahasa dari alam. Tapi sekarang, bahasa alam harus memasukkan angka-angka yang menggambarkan waktu. Hukum  alammenjadi hukum gerak, dan alam itu sendiri bukan terdiri dari serangkaian urutan yang statis, tapi sebuah proses yang bergerak.

Referensi:
Akhadiah, Sabarti dan Winda Dewi Listyasari (editor).2011.Filsafat Ilmu Lanjutan.Jakarta:KencanaPrenada Media Group.

Bronowski. 1981.The Ascent of Man.Published in the United States of America by Little, Brown and Company.


Semiawan, Conny R., dkk. 2004. Dimensi Kreatif dalam Filsafat. Bandung: PT Remaja Rosdakarya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar