Selasa, 15 Maret 2016

Gaya Bahasa Retoris_Apofasis

Apofasis
Apofasis merupakan jenis gaya bahasa yang oleh Keraf disebut juga dengan istilah preterisio. Jenis gaya bahasa ini digunakan oleh pembicara atau penulis untuk menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya penulis menyangkalnya. Penulis seolah-olah mebiarkan  sesuatu berlalu, akan tetapi sesungguhnya menekankannya. Penulis berpura-pura melindungi atau menyembunyikan sesuatu, akan tetapi sesungguhnya penulis tersebut memamerkannya. Misalnya, Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa Saudara telah mengelapkan ratusan juta rupiah uang negara. Dalam contoh tersebut yang tampak  bahwa ia tidak mau mengungkapkan, tetapi sesungguhnya ia malah mengungkapkannya di depan forum.


Oleh Lanham,  apofasis (apophasis) dijelaskan sebagai sebagai 1) nagito dan 2) expeditio.  Nagito, maksudnya adalah berpura-pura menyangkal, tapi sebenarnya malah ingin menegaskan. Dikatakan bahwa apofasis (nagito) merupakan sejenis ironi atau occultatio. Sementara ekpedisio (expeditio) dikatakan sebagai  bentuk penolakan terhadap semua alternatif, kecuali satu.[1] Misalnya Tak ada yang dapat menenangkan jiwa, tidak dengan kekayaaan yang melimpah, tidak dengan makanan yan serba ada, tidak juga dengan kendaraan serta rumah yang mewah, kecuali hanya dengan zikir mengingat  kebesaran Tuhan.



[1]Richard A. Lanham, A Handlist of Rhetorical Terms, Second Edition, (California: University of California Press, 1991), h. 19 dan h. 75

Tidak ada komentar:

Posting Komentar