Asindeton
Asindenton (asyndeton) merupakan gaya bahasa acuan
yang bersifat padat. Beberapa kata, frase, atau klausa yang setara tidak
dihubungkan dengan menggunakan tanda penghubung, melainkan hanya menggunakan tanda koma sebagaimana
contoh berikut, Dan kesesakan, kepedihan,
kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.[1]
Harimuti menegaskan, asindeton berupa penghilangan penanda penghubung atau konjungsi
dalam frase, klausa, atau kalimat seperti
Saya datang, saya melihat, saya
menang.[2]
Lanham menyebut asindenton dengan "unconnected" (tidak
berhubungan), maksudnya menghilangkan atau menanggalkan penanda penghubung dan
menggantinya dengan tanda koma di antara kata-kata, frase, atau klausa. Seperti
dalam penggalan pidato Churcill ”All is over. Silent, mournful, abandoned,
broken, Czechoslovakia recedes into the darkness.” (Semua sudah berakhir, diam,
pilu, ditinggalkan, hancur, Cekoslowakia surut dalam kegelapan).[3]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar