1.
MENULIS KUTIPAN
Seringkali penulis
malu-malu dalam menuliskan sumber referensinya. Ada anggapan bahwa semua yang
dikerjakannya harus kelihatan orisinal. Padahal mengutip karya orang lain
bukanlah sebuah kegiatan yang rendah, bahkan dia menunjukkan bahwa sang penulis
sudah mengerjakan /pekerjaan rumahnya". Jadi jangan ragu-ragu dalam
memberikan sumber rujukan. Salah mengutip dapat berakibat fatal karena penbaca
akan menyangka bahwa pernyataan tersebut merupakan pernyataan penulis atau
hasil karya penulis sendiri. Hal ini dapat dianggap sebagai kegiatan plagiat,
atau menyontek kelas kakap. Akibat dari plagiat bisa bermacam-macam seperti:
1) dikucilkan dari
lingkungan akademis,
2)
diberikan sanksi
akademis,
3)
dipecat dari perguruan
tinggi.
Proses
pengambilan sebagian data atau gagasan dari sumber-sumber tersebut disebut mengutip.
Gagasan atau data yang kita ambil itu kita namakan kutipan.
Kutipan
yang kita gunakan dapat berfungsi sebagai (1)landasan teori, (2) penjelasan,
dan (3) penguat pendapat yang dikemukakan penulis.
Ada dua
acara dalam mengutip, yakni mengutip secara langsung dan mengutip tidak
langsung.
A.
Kutipan
langsung,
Yakni
kuipan yang diambil dengan cara mengambil tulisan, pernyataan, atau data, dari
sumber apa adanya, tidak mengalami perubahan baik susunan maupun kalimatnya.
( 1)
Kutipan langsung pendek
Kutipan
lansung pendek adalah kutipan langsung yang jika dirangkai ke dalam tulisan,
jumlahnya tidak melebihi tiga baris ketikan. Kutipan langsung pendek ini
dituliskan ke dalam tulisan kita dengan cara menjalin ke dalam teks (tidak
perlu tempat tersendiri) dengan meletakkannya di antara dua tanda kutip
(”.....”).
Contoh:
Mengenai
kalimat efektif Anton M. Moeliono mengemukakan, ”Kalimat yang efektif dapat
dikenal karena ciri-cirinya yang berikut: keutuhan, perpautan, pemusatan
perhatian, dan keringkasan”
( 2) Kutipan langsung panjang
Kutipan
langsung yang jika dirangkai ke dalam tulisan kita, panjangnya melebihi tiga
baris ketikan. Kutipan seperti ini tidak dijalin langsung ke dalam teks,
melinkan ditempatkan pada tempat tersendiri dengan ketentuan sebagai berikut:
- Menggunakan spasi tunggal
- Dimulai pada garis tepi baru yang
dengan indensi tujuh ketukan, atau sejajar dengan wala paragraf ditambah
tiga ketukan.
- Baris berikutnya dimulai sejajar
dengan awal paragraf.
- Tidak diberi/diapit tanda kutip
B.
Kutipan tidak langsung
Kutipan
tidak langsung merupakan pengungkapan kembali maksud penulis dengan
kata-katanya/kalimat sendiri.
( 1) Kutipan tidak langsung pendek
Kutipan tidak langsung pendek adalah
kutipan tidak langsung yang terdiri atas satu paragraf.
Contoh:
Muass (1975) mengadakan penelitian untuk
menjwab masalah apakah perkembangan pemikiran operasional formal tidak dapat
dipercepat melalaui pengajaran seperti yang mula-mula dikemukakan Piaget. Dari
penelitiannya ia menyimpulkan bahwa pemberian pengalaman-pengalaman belajar
yang terarah mempengaruhi struktur pemikiran anak.
( 2) Kutipan tidak langsung panjang
Kutipan tidak langsung panjang adalah kutipan
tidak langsung yang terdiri atas lebih dari satu paragraf
2.
MENULIS CATATAN KAKI
Catatan kaki adalah catatan atau keterangan yang
berisi informasi mengenai: (1) sumber kutipan, (2) penjelasan tambahan yang
jika disatukan dengan teks akan terasa mengganggu, atau (3) rujuk silang bagian
dari teks.
A.
Penempatan catatan kaki:
1)
Ditempatkan langsung
setelah kutipan dengan cara memberi tanda dalam kurung “()” dan berisi
informasi mengenai nama pengarang/penulis buku dan tahun terbit buku, misal
(Gorys Keraf, 1990)
2)
Ditempatkan di bagian bawah
pada halaman yang terdapat kutipan dengan cara memberi nomor urut sesuai dengan
nomor urut yang terdapat pada kutipan dalam teks.
3)
Dapat juga ditempatkan pada
akhir setiap bab atau pada bagian akhir tulisan
B.
Unsur-unsur catatan kaki:
1)
Nama pengarang (tidak
dibalik susunannya)
2)
Judul buku/artikel/karya
tulis lainnya
3)
Nama kota tempat terbit,
nama penerbit, dan tahun terbit dtulis dalam kurung
4)
Nomor halaman terdapat
pernyataa yang dikutip
Masing-masing unsur
dibatasi dengan tanda koma (,)
Contoh: 1Wojowasito,
Pengantar Sintaksis Indonesia
(Bandung: Shinta Dharma, 1976), hlm. 12.
C. Catatan kaki singkat:
1)
Ibid (ibidium) digunakan untuk catatan kaki yang sumbernya sama
dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Contoh: Ibid., hlm.14. (senagaja
ditebalkan agar lebih jelas)
2)
Op.cit.(opere citati)
digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah
disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Penulisannya: namapengarang,
op.cit. nomo halaman.
Contoh; Jhon Dewey, op.cit.
hlm.15.
3)
Loc.cit. (loco citati)
digunakan hampir sama dengan op.cit., tetapi loc.cit digunakan untuk sumber
dari halaman yang sama.
Contoh; Jhon Dewey, op.cit.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka merupakan
daftar yang dibuat untuk mentabulasi atau mendaftar semua sumber bacaan baik
yang sudah dipublikasikan seperti buku, majalah, surat kabar, maupun yang belum
dipublikasikan seperti disertasi, tesis, skripsi, dan makalah atau paper.
Fungsi daftar pustaka
1)
Membantu pembaca mengetahui
sumber-sumber apa saja yang dipergunakan seseorang dalam menulis suatu karya
tulis.
2)
Membantu pembaca dalam menilai dan memperkirakan
mutu suatu tulisan.
3)
Mengidentifikasi karya tulis itu sendiri.
Beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam menyusun daftra pustaka
1)
Daftar pustaka tidak diberi nomor urut
2)
Nama penulis diurut menurut abjad (setelah dibalik
susunannya)
3)
Gelar penulis tidak dicantumkan walaupun dalam
buku penulis mencantumkan gelar.
4)
Daftar pustaka diletakkan pada bagian akhir
tulisan (sebelum lampiran).
5)
Sumber bacaan diketik dengan jarak baris satu
spasi (spasi tunggal).
6)
Jarak masing-masing sumber pustaka berjarak dua
spasi (spasi ganda)
7)
Baris pertama diketik dari tepi garis
(margin) tanpa indensi dan untuk baris-baris berikutnya digunakan indensi.
Susunan unsur-unsur kepustakaan:
1)
Nama penulis/pengarang/editor/penerjemah
2)
Tahun terbit
3)
Judul buku dan keterangannya
4)
Nama kota tempat terbit
5)
Nama penerbit
Catatan: setiap unsur-unsur kepustakaan dibatasi
dengan tanda titik kecuali antara unsur nama kota dan nama penerbit yang
menggunakan tanda titik dua (:).
Penulisan nama penulis atau
pengarang
1)
Jika nama penulis terdiri atas satu unsur, yang
dituliskan di dalam daftar pustka adalah nama itu pula. Jika nama penulisnya
terdiri atas dua unsur atau lebih, unsur nama itu pencantumannya dibalik
susunannya yaitu dengan menempatkan unsur yang terakhir pada urutan pertama.
Antara unsur nama yang dibalik itu dan unsur nama berikutnya dibatasi dengan
tanda koma (,).
Misalnya:
Basuki
ditulis Basuki
Basuki Rahmat ditulis Rahmat, Basuki.
Basuki Rahmat Abdullah ditulis Abdullah, Basuki Rahmat.
2)
Jika penulis buku terdiri atas dua atau tiga
orang, semua nama penulisnya dicantumkan, tetapi unsur nama yang susunannya
dibalik hanya pada penulis pertama saja. Nama penulis kedua dan ketiga susunan
unsur-unsur namanya tidak dibalik.
Misalnya:
Endang Kurnia dan Rhoma Irama ditulis
Kurnia, Endang dan Rhoma Irama.
Ruth Sahanaya, Iis dahlia, dan Dessy
Ratnasari ditulis Sahanaya,
Ruth, Iis Dahlia, dan Dessy Ratnasari.
3)
Jika penulis buku itu empat orang atau lebih, yang
dicantumkan dalam daftar pustaka adalah nama penulis yang pertama saja,
sedangkan nama penulis yang lainnya diwakili dengan singkatan dkk. (dan kawan-kawan), dicantumkan
setelah nama penulis yang pertama.
Misalnya:
Nasution, Muslim dkk.
4)
Apabila buku yang digunakan itu berupa bunga rampai
(kumpulan tulisan) yang dihimpun oleh seorang editor, yang dicantumkan
sebagai nama penulis adalah editornya dan di belakang nama itu disertai keterangan editor atau singkatannya Ed., yang ditulis di dalam kurung, misalnya :
Suharyanto (editor).
Fishman (ed.).
Tahun Penerbitan
1)
Tahun penerbitan ditulis
setelah nama pengarang dan diakhiri dengan tanda titik,misalnya :
Moeliono, Anton M.
1988.
Nasution, Andi
Hakim. 1983.
2)
Apabila ada dua buku atau
lebih yang ditulis oleh pengarang yang sama dan tahun penerbitannya berbeda,
yang dicantumkan lebih dahulu adalah buku yang tahun penerbitannya lebih awal.
Nama penulis itu pun ditulis ulang, misalnya :
Sudaryanto. 1982.
Sudaryanto. 1986.
3)
Jika dua buku atau lebih
yang ditulis oleh pengarang Yang sam dan tahun penerbitannya pun sama,
dibelakang angka tahun itu diberi ciri pembeda dengan huruf a, b, c, misalnya :
Koentjaraningrat.
1975a.
Koentjaraningrat.
1975b.
Koentjaraningrat.
1975c.
4)
Jika terdapat buku yang
tidak berangka tahun, dibelakang nama penulis dicantumkan keterangan Tanpa
Tahun atau singkatannya TT, misalnya :
Suparno, Agus. Tanpa
Tahun.
Hakim, Andi. TT.
Judul Buku dan Keterangan Lain
1)
Judul buku yang telah
diterbitkan ditulis setelah angka tahun dan diberi garis bawah atau dicetak
miring, misalnya :
Hardjowirogo. 1982. Sejarah
Wayang Purwo.
Mustakim. 1992. Tanya Jawab Ejaan Bahasa Indonesia.
2)
Jika judul buku itu
disertai subjudul, antara judul utam dan subjudulnya dibatasi dengan tanda titik
dua (:). Kecuali itu, jika buku itu
disertai keterangan lain, misalnya tentang jilid atau cetakan, keterangan itu
dicantumkan setelah judul buku , misalnya :
Ramlan, M. 1978.
Morfologi : Suatu Tinjauan Deskriptif.
Widyamartaya, A.
1990. Seni Menuangkan Gagasan. Cet. I.
3)
Judul karya tulis lain,
yang belum atau tidak diterbitkan, serta judul makalah dalam sebuah buku atau
judul artikel yang dimuat dalam surat kabar atau majalah tidak ditulis miring
atau diberi garis bawah, tetapi ditulis di antara tanda petik (“..”), misalnya
:
Simorangkir, J.C.T.
1991. “Melindungi Hak Pencipta yang Berfungsi Sosial”.
Sudarsono. 1984.
“Petunjuk Penulisan Skripsi”.
Nama Kota
Nama kota tempat penerbitan buku ditulis setelah judul buku diakhiri
dengan tanda titik dua (:), misalnya:
Alfian. 1980. Politik,
Kebudayaan, dan Manusia Indonesia. Jakarta:
Keraf, Gors. 1980. Komposisi.
Ende, Flores:
Nama
Penerbit
Nama penerbit dicantumkan setelah nama
kota. Dalam hal ini antara nama kota dan nama penerbit dibatasi dengan tanda
titik dua dan diikuti spasi, misalnya:
Moeliono, Anton M. 1988. Kembara Bahasa. Jakarta: PT Gramedia.
Ramlan, M. 1983. Sintaksis.
Cetakan ke-3. Yogyakarta: CV Karyono.
MENULIS DAFTAR PUSTAKA YANG BERSUMBER DARI INTERNET
Internet dewasa ini telah menjadi tumpuan dalam
mencari informasi baik untuk tugas akademik atau kebutuhan informasi lainnya.
Aksesnya yang mudah serta melimpahnya informasi yang disediakan oleh internet
membuat penggunanya begitu nyaman memakai jasanya. Akan tetapi, masih sering
ditemui cara penulisan daftar pustaka yang salah. Bahkan penulis pernah
menemukan dalam daftar pustaka sebuah karya tulis ilmiah tertulis alamat
google.com, bukan pada alamat domain di mana artikel yang dirujuk berada,
padahal google adalah search engine (mesin pencari)
yang tugasnya mencari informasi sesuai dengan permintaan kita.
Aturan penulisan referensi dari sumber di internet sebenarnya sama saja
dengan sumber informasi cetak, baik buku maupun surat kabar, majalah dan
sejenisnya. Akan tetapi, tempat terbit, nama, dan tanggal terbitan yang ditulis
berbeda. Artinya unsur – unsur itu mengikuti tata cara penulisan di internet.
Unsur – unsur yang dicantumkan dalam penulisan daftar pustaka dengan sumber
informasi di internet adalah:
- Nama
penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga
- Judul
tulisan diletakkan diantara tanda kutip
- Jika karya
tulis keseluruhan (jika ada) dengan huruf miring
- Data
publikasi berisi protocol dan alamat, path, tanggal pesan, atau waktu
akses dilakukan.
Contoh penulisan daftar pustaka dari internet.
- Dari WWW
Hasibuan, Rusli. “Menanam Jengkol di Bukit Kapur.” http://www.duniatani.or.id/riset/rusli/palawija_jengkol.html
(diakses tanggal 12 Juni 2003)
- Dari file
transfer protocol (kutipan yang diunduh melalui FTP)
Johnson-Eilola, Jordan. “Little Machine: rearticulating Hypertext Users.”
FTP deadalis.com/pug cccc95/Johnson-eilola (diakses tanggal 10 Februari 1996)
- Dari surat
elektronik (Ratron / email)
Rahman, Afif. “Proposal Buku Sekolah Murah Meriah.” afif-r23@dodols.com
(diakses tanggal 22 September 2009)
Daftar Pustaka
Akhadiah, Sabarti, Maidar G. Arsyad,
dan Sakura H. Ridwan. 1988. Pembinaan
Kemampuan
Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga .
Depdiknas. 1989. Pedoman Umum Ejaan Yang Bahasa Indonesia Disempurnakan. Jakarta:
Balai
Pustaka.
Yunus, Ahmad. “Cara
Penulisan Daftar Pustaka dari Internet.”
http://penayunus.wordpress.com/2010/02/17/cara-penulisan-daftar-pustaka-dari- internet/(diakses tanggal 4 Februari 2011, pukul 08.30)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar