Rabu, 24 Februari 2016

Menulis Kutipan, Catatan Kaki, dan Daftar Pustaka

1.     MENULIS KUTIPAN
Seringkali penulis malu-malu dalam menuliskan sumber referensinya. Ada anggapan bahwa semua yang dikerjakannya harus kelihatan orisinal. Padahal mengutip karya orang lain bukanlah sebuah kegiatan yang rendah, bahkan dia menunjukkan bahwa sang penulis sudah mengerjakan /pekerjaan rumahnya". Jadi jangan ragu-ragu dalam memberikan sumber rujukan. Salah mengutip dapat berakibat fatal karena penbaca akan menyangka bahwa pernyataan tersebut merupakan pernyataan penulis atau hasil karya penulis sendiri. Hal ini dapat dianggap sebagai kegiatan plagiat, atau menyontek kelas kakap. Akibat dari plagiat bisa bermacam-macam seperti:


      1)     dikucilkan dari lingkungan akademis,
      2)      diberikan sanksi akademis,
      3)      dipecat dari perguruan tinggi.
Proses pengambilan sebagian data atau gagasan dari sumber-sumber tersebut disebut mengutip. Gagasan atau data yang kita ambil itu kita namakan kutipan.
Kutipan yang kita gunakan dapat berfungsi sebagai (1)landasan teori, (2) penjelasan, dan (3) penguat pendapat yang dikemukakan penulis.
Ada dua acara dalam mengutip, yakni mengutip secara langsung dan mengutip tidak langsung.

   A.      Kutipan langsung,
Yakni kuipan yang diambil dengan cara mengambil tulisan, pernyataan, atau data, dari sumber apa adanya, tidak mengalami perubahan baik susunan maupun kalimatnya.
(     1)    Kutipan langsung pendek
Kutipan lansung pendek adalah kutipan langsung yang jika dirangkai ke dalam tulisan, jumlahnya tidak melebihi tiga baris ketikan. Kutipan langsung pendek ini dituliskan ke dalam tulisan kita dengan cara menjalin ke dalam teks (tidak perlu tempat tersendiri) dengan meletakkannya di antara dua tanda kutip (”.....”).
Contoh:
Mengenai kalimat efektif Anton M. Moeliono mengemukakan, ”Kalimat yang efektif dapat dikenal karena ciri-cirinya yang berikut: keutuhan, perpautan, pemusatan perhatian, dan keringkasan”
(   2)    Kutipan langsung panjang
Kutipan langsung yang jika dirangkai ke dalam tulisan kita, panjangnya melebihi tiga baris ketikan. Kutipan seperti ini tidak dijalin langsung ke dalam teks, melinkan ditempatkan pada tempat tersendiri dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Menggunakan spasi tunggal
  2. Dimulai pada garis tepi baru yang dengan indensi tujuh ketukan, atau sejajar dengan wala paragraf ditambah tiga ketukan.
  3. Baris berikutnya dimulai sejajar dengan awal paragraf.
  4. Tidak diberi/diapit tanda kutip
 B.      Kutipan tidak langsung
Kutipan tidak langsung merupakan pengungkapan kembali maksud penulis dengan kata-katanya/kalimat sendiri.
(    1)    Kutipan tidak langsung pendek
Kutipan tidak langsung pendek adalah kutipan tidak langsung yang terdiri atas satu paragraf.
Contoh:
Muass (1975) mengadakan penelitian untuk menjwab masalah apakah perkembangan pemikiran operasional formal tidak dapat dipercepat melalaui pengajaran seperti yang mula-mula dikemukakan Piaget. Dari penelitiannya ia menyimpulkan bahwa pemberian pengalaman-pengalaman belajar yang terarah mempengaruhi struktur pemikiran anak.
(   2)    Kutipan tidak langsung panjang
Kutipan tidak langsung panjang adalah kutipan tidak langsung yang terdiri atas lebih dari satu paragraf

2.     MENULIS CATATAN KAKI
Catatan kaki adalah catatan atau keterangan yang berisi informasi mengenai: (1) sumber kutipan, (2) penjelasan tambahan yang jika disatukan dengan teks akan terasa mengganggu, atau (3) rujuk silang bagian dari teks.
       A.      Penempatan catatan kaki:
    1)      Ditempatkan langsung setelah kutipan dengan cara memberi tanda dalam kurung “()” dan berisi informasi mengenai nama pengarang/penulis buku dan tahun terbit buku, misal (Gorys Keraf, 1990)
    2)      Ditempatkan di bagian bawah pada halaman yang terdapat kutipan dengan cara memberi nomor urut sesuai dengan nomor urut yang terdapat pada kutipan dalam teks.
    3)      Dapat juga ditempatkan pada akhir setiap bab atau pada bagian akhir tulisan
  
     B.      Unsur-unsur catatan kaki:
   1)      Nama pengarang (tidak dibalik susunannya)
   2)      Judul buku/artikel/karya tulis lainnya
   3)      Nama kota tempat terbit, nama penerbit, dan tahun terbit dtulis dalam kurung
   4)      Nomor halaman terdapat pernyataa yang dikutip
Masing-masing unsur dibatasi dengan tanda koma (,)
Contoh: 1Wojowasito, Pengantar Sintaksis Indonesia (Bandung: Shinta Dharma, 1976), hlm. 12.

   C.      Catatan kaki singkat:
   1)      Ibid (ibidium) digunakan untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Contoh: Ibid., hlm.14. (senagaja ditebalkan agar lebih jelas)
   2)      Op.cit.(opere citati) digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Penulisannya: namapengarang, op.cit. nomo halaman.
Contoh; Jhon Dewey, op.cit. hlm.15.
   3)      Loc.cit. (loco citati) digunakan hampir sama dengan op.cit., tetapi loc.cit digunakan untuk sumber dari halaman yang sama.
Contoh; Jhon Dewey, op.cit.

DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka merupakan daftar yang dibuat untuk mentabulasi atau mendaftar semua sumber bacaan baik yang sudah dipublikasikan seperti buku, majalah, surat kabar, maupun yang belum dipublikasikan seperti disertasi, tesis, skripsi, dan makalah atau paper.
Fungsi daftar pustaka
1)      Membantu pembaca mengetahui sumber-sumber apa saja yang dipergunakan seseorang dalam menulis suatu karya tulis.
2)      Membantu pembaca dalam menilai dan memperkirakan mutu suatu tulisan.
3)      Mengidentifikasi karya tulis itu sendiri.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun daftra pustaka
1)      Daftar pustaka tidak diberi nomor urut
2)      Nama penulis diurut menurut abjad (setelah dibalik susunannya)
3)      Gelar penulis tidak dicantumkan walaupun dalam buku penulis mencantumkan gelar.
4)      Daftar pustaka diletakkan pada bagian akhir tulisan (sebelum lampiran).
5)      Sumber bacaan diketik dengan jarak baris satu spasi (spasi tunggal).
6)      Jarak masing-masing sumber pustaka berjarak dua spasi (spasi ganda)
7)      Baris pertama diketik dari tepi garis (margin) tanpa indensi dan untuk baris-baris berikutnya digunakan indensi.
 Susunan unsur-unsur kepustakaan:
1)      Nama penulis/pengarang/editor/penerjemah
2)      Tahun terbit
3)      Judul buku dan keterangannya
4)      Nama kota tempat terbit
5)      Nama penerbit
Catatan: setiap unsur-unsur kepustakaan dibatasi dengan tanda titik kecuali antara unsur nama kota dan nama penerbit yang menggunakan tanda titik dua (:).
Penulisan nama penulis atau pengarang
1)      Jika nama penulis terdiri atas satu unsur, yang dituliskan di dalam daftar pustka adalah nama itu pula. Jika nama penulisnya terdiri atas dua unsur atau lebih, unsur nama itu pencantumannya dibalik susunannya yaitu dengan menempatkan unsur yang terakhir pada urutan pertama. Antara unsur nama yang dibalik itu dan unsur nama berikutnya dibatasi dengan tanda koma (,).
Misalnya:
Basuki                                           ditulis Basuki
Basuki Rahmat                              ditulis Rahmat, Basuki.
Basuki Rahmat Abdullah              ditulis Abdullah, Basuki Rahmat.
2)      Jika penulis buku terdiri atas dua atau tiga orang, semua nama penulisnya dicantumkan, tetapi unsur nama yang susunannya dibalik hanya pada penulis pertama saja. Nama penulis kedua dan ketiga susunan unsur-unsur namanya tidak dibalik.
Misalnya:
Endang Kurnia dan Rhoma Irama  ditulis    Kurnia, Endang dan Rhoma Irama.
Ruth Sahanaya, Iis dahlia, dan Dessy Ratnasari    ditulis  Sahanaya, Ruth, Iis Dahlia, dan Dessy Ratnasari.
3)      Jika penulis buku itu empat orang atau lebih, yang dicantumkan dalam daftar pustaka adalah nama penulis yang pertama saja, sedangkan nama penulis yang lainnya diwakili dengan singkatan dkk. (dan kawan-kawan), dicantumkan setelah nama penulis yang pertama.
Misalnya:
Nasution, Muslim dkk.
4)      Apabila buku yang digunakan itu berupa bunga rampai (kumpulan  tulisan) yang dihimpun oleh seorang editor, yang dicantumkan sebagai nama penulis adalah editornya dan di belakang nama itu disertai keterangan editor atau singkatannya Ed., yang ditulis di dalam kurung, misalnya :
Suharyanto (editor).
Fishman (ed.).
Tahun Penerbitan
1)      Tahun penerbitan ditulis setelah nama pengarang dan diakhiri dengan tanda titik,misalnya :
Moeliono, Anton M. 1988.
Nasution, Andi Hakim. 1983.
2)      Apabila ada dua buku atau lebih yang ditulis oleh pengarang yang sama dan tahun penerbitannya berbeda, yang dicantumkan lebih dahulu adalah buku yang tahun penerbitannya lebih awal. Nama penulis itu pun ditulis ulang, misalnya :
Sudaryanto. 1982.
Sudaryanto. 1986.
3)      Jika dua buku atau lebih yang ditulis oleh pengarang Yang sam dan tahun penerbitannya pun sama, dibelakang angka tahun itu diberi ciri pembeda dengan huruf a, b, c, misalnya :
Koentjaraningrat. 1975a.
Koentjaraningrat. 1975b.
Koentjaraningrat. 1975c.
4)      Jika terdapat buku yang tidak berangka tahun, dibelakang nama penulis dicantumkan keterangan Tanpa Tahun atau singkatannya TT, misalnya :
Suparno, Agus. Tanpa Tahun.
Hakim, Andi. TT.
Judul Buku dan Keterangan Lain
1)      Judul buku yang telah diterbitkan ditulis setelah angka tahun dan diberi garis bawah atau dicetak miring, misalnya :
Hardjowirogo. 1982. Sejarah Wayang Purwo.
Mustakim. 1992. Tanya Jawab Ejaan Bahasa Indonesia.
2)      Jika judul buku itu disertai subjudul, antara judul utam dan subjudulnya dibatasi dengan tanda titik dua (:). Kecuali itu, jika buku itu disertai keterangan lain, misalnya tentang jilid atau cetakan, keterangan itu dicantumkan setelah judul buku , misalnya :
Ramlan, M. 1978. Morfologi : Suatu Tinjauan Deskriptif.
Widyamartaya, A. 1990. Seni Menuangkan Gagasan. Cet. I.
3)      Judul karya tulis lain, yang belum atau tidak diterbitkan, serta judul makalah dalam sebuah buku atau judul artikel yang dimuat dalam surat kabar atau majalah tidak ditulis miring atau diberi garis bawah, tetapi ditulis di antara tanda petik (“..”), misalnya :
Simorangkir, J.C.T. 1991. “Melindungi Hak Pencipta yang Berfungsi Sosial”.
Sudarsono. 1984. “Petunjuk Penulisan Skripsi”.
Nama Kota
Nama kota tempat penerbitan buku ditulis setelah judul buku diakhiri dengan tanda titik dua (:), misalnya:
Alfian. 1980. Politik, Kebudayaan, dan Manusia Indonesia. Jakarta:
Keraf, Gors. 1980. Komposisi. Ende, Flores:
Nama Penerbit
Nama penerbit dicantumkan setelah nama kota. Dalam hal ini antara nama kota dan nama penerbit dibatasi dengan tanda titik dua dan diikuti spasi, misalnya:
Moeliono, Anton M. 1988. Kembara Bahasa. Jakarta: PT Gramedia.
Ramlan, M. 1983. Sintaksis. Cetakan ke-3. Yogyakarta: CV Karyono.
MENULIS DAFTAR PUSTAKA YANG BERSUMBER DARI INTERNET
Internet dewasa ini telah menjadi tumpuan dalam mencari informasi baik untuk tugas akademik atau kebutuhan informasi lainnya. Aksesnya yang mudah serta melimpahnya informasi yang disediakan oleh internet membuat penggunanya begitu nyaman memakai jasanya. Akan tetapi, masih sering ditemui cara penulisan daftar pustaka yang salah. Bahkan penulis pernah menemukan dalam daftar pustaka sebuah karya tulis ilmiah tertulis alamat google.com, bukan pada alamat domain di mana artikel yang dirujuk berada, padahal google adalah search engine (mesin pencari) yang tugasnya mencari informasi sesuai dengan permintaan kita.
Aturan penulisan referensi dari sumber di internet sebenarnya sama saja dengan sumber informasi cetak, baik buku maupun surat kabar, majalah dan sejenisnya. Akan tetapi, tempat terbit, nama, dan tanggal terbitan yang ditulis berbeda. Artinya unsur – unsur itu mengikuti tata cara penulisan di internet. Unsur – unsur yang dicantumkan dalam penulisan daftar pustaka dengan sumber informasi di internet adalah:
  1. Nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga
  2. Judul tulisan diletakkan diantara tanda kutip
  3. Jika karya tulis keseluruhan (jika ada) dengan huruf miring
  4. Data publikasi berisi protocol dan alamat, path, tanggal pesan, atau waktu akses dilakukan.
Contoh penulisan daftar pustaka dari internet.
  1. Dari WWW
Hasibuan, Rusli. “Menanam Jengkol di Bukit Kapur.” http://www.duniatani.or.id/riset/rusli/palawija_jengkol.html (diakses tanggal 12 Juni 2003)
  1. Dari file transfer protocol (kutipan yang diunduh melalui FTP)
Johnson-Eilola, Jordan. “Little Machine: rearticulating Hypertext Users.” FTP deadalis.com/pug cccc95/Johnson-eilola (diakses tanggal 10 Februari 1996)
  1. Dari surat elektronik (Ratron / email)
Rahman, Afif. “Proposal Buku Sekolah Murah Meriah.” afif-r23@dodols.com (diakses tanggal 22 September 2009)


Daftar Pustaka
Akhadiah, Sabarti, Maidar G. Arsyad, dan Sakura H. Ridwan. 1988. Pembinaan
           Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga .

Depdiknas. 1989. Pedoman Umum Ejaan Yang Bahasa Indonesia Disempurnakan. Jakarta: Balai
               Pustaka.

Yunus, Ahmad. “Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet.”   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar