THE LADDER OF CREATION
(TAHAPAN DALAM
PENCIPTAAN)
A. PENDAHULUAN
Bab “The ladder of creation” dalam buku “The
Ascent of Man” karya Bronowski ini menceritakan tahapan penciptaan mahluk hidup
di muka bumi ini. Pada bagian ini Bronowski mengajak pembacanya untuk melihat
lebih dalam bagaimana mahluk hidup bertahan, bagaimana mahluk hidup berevolusi
dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Itu semua menjadi cerita yang menarik
sebagai asal muasal lahirnya teori evolusi.
Tapi sebelum pembahasan mengenai teori evolusi
tersebut, pada makalah ini kami paparkan terlebih dahulu beberapa tahapan
penciptaan agar lebih jelas tergambar ‘tangga’ atau tahapan dalam penciptaan
yang dimaksud Bronowski ini.
B. TEORI PENCIPTAAN
Berikut ini kami rinci tiga hal yang dapat dipandang sebagai tahap persoalan
penciptaan, yaitu: pertama, proses penciptaan bumi dan alam semesta; kedua, terjadinya
kehidupan di bumi ini untuk pertama kalinya (biogenesis) dan berkembangnya
organisme-organisme dalam bentuknya yang paling sederhana (phylogenesis); dan
ketiga, munculnya manusia (antropogenesis).
1.
Teori Penciptaan Bumi dan Alam semesta
Dari mana bumi dan alam semesta yang mempesona ini berasal? Asal-usul alam semesta menantang
manusia modern dengan penjelajahan iImu pengetahuan yang menurut mereka tiada
batas.
G. P.Kuiper (1905-1975) yang dikenal sebagai penemu bulan Uranus, Miranda
dan bulan Neptunus,Nereid- mengajukan teori bahwa matahari dan semua planet yang menyusun sistem tata surya kita berasal
dari kabut gas purba. Kabut gas purba ini mengalami gerak memutar dengan kecepatan sedemikian
rupa sehingga membentuk
gumpalan-gumpalan materi. Gumpalan-gumpalan materi sebagai hasil pemadatan kabut gas
inilah yang menjadi cikal bakal alam semesta.
"Gumpalan" besar yang menjadi
"inti" dari semua gumpalan yang lain menjelma menjadi matahari.
Kerapatan gumpalannya begitu rupa sehingga "gumpalan" matahari
menyala dengan api nuklir. Sementara itu gumpalan-gumpalan kabut yang lain terus
mengalami gerak memutar dan terdorong
menjauh dengan jarak tertentu dari matahari. Proses gerak memutar dan penggumpalan kabut
gas itu berlangsung ratusan milyar tahun yang lalu. Teori ini diajukan Kuiper pada
1950-an. Yang menarik dari teori Kuiper ini ialah bahwa alam semesta muncul tidaklah dalam
sekejap, melainkan melewati proses yang
sangat lama.
Gambaran teori ini berbeda dengan apa yang ditulis
dalam Al-Quran (7:54) yang menyebutkan, bahwa Allah telah menciptakan langit
dan bumi dalam enam masa. Teori ini juga berbeda dengan apa yang ditulis dalam
Kejadian 1 tentang kisah Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya dalam tujuh
hari.Teori Kuiper tidak cukup meyakinkan.
Dua teori lain mengenai pembentukan alam semesta ialah
teori "Keadaan Tetap"
(steady-state theory) dan "Teori
Dentuman Besar" (big bang).Tokoh
yang memelopori teori “Keadaan Tetap” ialah para ahli Inggris: Fred Hoyle
(1915-2001)," Herman Bondi (1919-2005), danThomas Gold (1920-2004).
Sedangkan para ahli di balik teori “Dentuman Besar” adalah ahli fisika Amerika, George
Gamow (1904-1968), yang kemudian didukung oleh Ralph Alpher (1921-2007) dan Robert
Herman (1914-1997).
Teori Keadaan Tetap (steady-state) menggambarkan alam semesta yang tidak berawal dan tidak berakhir. Alam semesta
lebih kurang bersifat sama dan tetap, bukan hanya di mana-mana, tetapi juga,
setiap saat. Kata “tetap” pada teori ini
bukan dimaksudkan tiada perubahan. Karena teori ini mengakui bahwa alam semesta memuai tetapi pemuaiannya
berlangsung tetap. Karena pertambahan
alam semesta lewat pemuaian ini berlangsung sampai tidak terhingga dan tanpa mempedulikan
pertambahan massa dan tenaganya, teori Keadaan
Tetap ini dipandang lemah.
Teori yang amat menghebohkan dan terus-menerus
dikembangkan dengan penemuan-penemuan
menarik ialah teori Dentuman Besar. Teori ini berurusan dengan teori pemuaian alam semesta,
tetapi dengan penjelasan yang berbeda,
yaitu dengan ledakan atau dentuman raksasa. Teori ini meyakini bahwa alam semesta pernah menyatu dalam satu bola
raksasa. Bola ini terdiri dari neutron dan tenaga pancaran yang disebut dengan
"Ylem" (di baca,ailem). Sekitar
delapan belas milyar tahun silam, Ylem ini meledak dengan amat dahsyat. "Puing-puing" Ylem
beterbangan. Karena mengalami pemisahan satu sama lain, temperatur pada masing-masing puing
menyejuk dari suhu bermilyar-milyar derajat menjadi berjuta-juta derajat saja.
Pada waktu inilah neutron
serentak menjadi proton dan elektron. Sementara tenaga pancaran membentuk atom-atom hidrogen,
helium, dan seterusnya yang dalam eksperimen
Stanley Miller (1953) merupakan unsur-unsur pembangun kehidupan. Dan semua unsur ini, menurut teori
ini, terbentur setengah jam pertama setelah
terjadi dentuman dahsyat.
Teori ini menjadi sangat menarik karena diikuti oleh
temuan-temuan baru yang mendukungnya. Pada 1965, Arno Penzias dan Robert Wilson
secara kebetulan menemukan
"sisa" dentuman itu. Mereka menemukan gelombang mikro mendesis dengan suhu sampai 2,75 derajat
Kelvin, yang merupakan sisa radiasi
ledakannya. Bukti-bukti ini tidak terbantahkan. Matahari dan planet-planet lain merupakan
"puing-puing" dentuman hebat.
Tetapi teori ini tetap menyisakan persoalan lain. Jika
alam semesta ini memuai setelah
ledakan raksasa, bagaimanakah masa depannya? Teori Relativitas Khusus dan
Relativitas Umum Einstein serta teori
Stephen Hawking yang menyempurnakan teori Einstein menjelaskan seputar hipotesis mengenai bentuk alam semesta. Persoalan ini menunjuk
pada problem hipotesis: Jika alam semesta berasal dari suatu ledakan pada masa
tertentu, kapan alam semesta ini akan mengalami
peristiwa yang sama? Kapan berakhirnya?
Hawking membedakan tiga macam waktu. Atau lebih tepat
dikatakan,tiga arah waktu. Pertarna, arah "waktu termodinamika," yang
menunjukkan bahwa ketidakteraturan
selalu meningkat. Kedua, arah "waktu psikologis," yakni arah waktu
yang kita rasakan sehingga kita dapat mengingat masa lalu dan bukan masa depan. Ketiga, arah "waktu
kosmologis," yang merupakan arah waktu pengembangan semesta. Penjelasan mengenai waktu
ini dimaksudkan untuk memahami apa arti awal (asal-mula) alam semesta dan akhir kehidupan ini. Hawking melihat dan
berkesimpulan bahwa mengenai proses tercipta alam semesta dan akhir dari semua
ini tidak membutuhkan penjelasan
yang menyertakan peran Allah.Tidak ada tempat bagi Allah yang disebut "the Creator '
dalam apa yang merupakan ketentuan hukum alam.
2.
Terjadinya Kehidupan
Jika alam semesta muncul dari bola raksasa neutron dan
energi pancaran yang meledak amat dahsyat,
dari manakah kehidupan ini berasal? Dari Tuhan ataukah dari persenyawaan unsur-unsur kimia
yang membangkitkan dasar-dasar kehidupan? Kehidupan memang mengandalkan alam
semesta. Sukar dibayangkan apa itu kehidupan jika tiada alam semesta yang
menampungnya.
Stanley Miller (1930-2007) adalah tokoh di balik
penyelidikan bidang ini. Eksperimentasinya
memberikan pengertian baru mengenai apa itu kehidupan. Pada Abad Pertengahan, diakui
formulasi generatio aeqiuvoca, yaitu bahwa hidup dapat terjadi dari zat tidak
berhayat, misalnya cacing dari tanah, atau kehidupan ini terjadi serentak. Keyakinan
bahwa kehidupan baru dapat dimungkinkan
biarpun tanpa campur tangan Tuhan, ditegaskan oleh Miller dengan teramat
ekstrim bahwa kehidupan tidaklah terjadi sebagai
peristiwa kebetulan atau peristiwa luar biasa atau peristiwa serentak. Kehidupan terjadi secara
biasa dan berlangsung beberapa kali
dan dengan sendirinya, melalui reaksi kimia spontan.
Jadi, pada saat untuk pertama kalinya bumi terbentang oleh
suatu persenyawaan unsur-unsur kimia yang ada pada waktu itu, muncullah benih-benih kehidupan. Miller mengadakan
pengulangan reaksi-reaksi kimia yang bersifat reduktif dalam atmosfir buatan (tidak
ada oksigennya). Atmosfer
buatan dikondisikan seperti atmosfer primitif. Seperti diketahui, atmosfer primitif
mengandung gas metan (CH4), uap air (H20) amonia (NH2),
dan hidrogen (H2). Miller merekayasa reaksi berupa ledakan-ledakan dari unsur-unsur kimia
itu. Hasilnya, ia memperoleh sintesis
spontan dari banyak molekul organik, termasuk asam amino. Molekul-molekul inilah yang
menandai kehidupan organisme-organisme. Hasil itu tentu saja
sangat mengejutkan, sebab kehidupan organisme-organisme menemukan wujudnya tidak
dari tanganTuhan, melainkan berlangsung dalam proses yang wajar (yaitu dari
unsur-unsur penyusun molekul
organik).
Proses selanjutnya ialah evolusi organisme-organisme
(phylogenesis). Proses evolusi dari
organisme primitif sampai ke hewan tertinggi, hewan menyusui, membutuhkan waktu yang lama. Proses
perkembangan organisme-organisme itu makin terpacu oleh bakteri-bakteri (alga
biru). Bakteri-bakteri mampu meresapkan
cahaya matahari dan memproduksi gula dengan melepaskan oksigen ke dalam atmosfer.
Ketersediaan oksigen memacu
organisme-organisme lainnya untuk mengalami proses pembakaran untuk memperoleh energi. Dengan cara yang
dernikian, organisme organisme lain
bermunculan, mengalami proses perkembangan, mengevolusi. Waktu yang dibutuhkan
dalam proses evolusi sampai kehadiran organisme bersel satu kurang lebih dua milyar tahun, dan baru kurang lebih 700 juta tahun kemudian, mulailah
perkembangan organisme bersel banyak.Binatang bertulang punggung pertama muncul 500 juta tahun lalu. Sedangkan hewan menyusui
250 juta tahun kemudian. Semuanya dapat berkembang setelah kepunahan reptil-reptil sekitar 60
juta tahun lalu. Bagaimana evolusi
yang mengagumkan itu dapat dijelaskan? Charles Darwin menjelaskan dengan teori tentang
seleksi. Organisme-organisme selalu mengalami perubahan kecil sesuai dengan
tuntutan.
Tetapi menurut Louis Pasteur, formulasi itu salah.
Eksperimen Pasteur menunjukkan bahwa hidup hanya berasal dari hidup.
3.
Hadirnya Makhluk Cerdas, “Manusia”
Problem penciptaan yang sangat sensitif dan krusial adalah tentang kehadiran manusia. Dari mana manusia hadir? Semua agama
atau suatu kepercayaan religius apa pun akan
mengatakan dengan pasti, bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan secara langsung dan istimewa
serta luar biasa.
Tetapi ilmu pengetahuan yang menganalisisnya
berdasarkan eksperimentasi ilmiah, membongkar kebenaran kisah-kisah itu. Dari
penjelasan-penjelasan di atas, kita dapat
langsung mengatakan bahwa manusia, sebagai bagian dari kehidupan lama semesta ini, berasal pula
dari organisme bersel satu. Sungguh suatu kekuatan alam yang mengagumkan, namun
sekaligus juga menegangkan
khususnya dalam kaitan dengan iman, bahwa manusia merupakan mahluk ciptaan tangan Tuhan berasal
dari organisme berselsatu. Bagaimana menjelaskannya?
Penjelasan tentang asal-usul manusia (sebagai yang
berasal dari organism bersel satu) tidak dapat dilepaskan dari teori evolusi
yang mengatakan bahwa manusia berasal dari primata 10 sampai 30 juta tahun yang
lalu. Primata-primata pada waktu itu merupakan primata yang sudah berjalan di atas dua kaki
saja. Dengan demikian dua"kaki" depan menjadi bebas. Dua
"kaki" itu menjadi tangan. kepala tidak lagi digantungkan ke depan,
melainkan tegak lurus ke atas. Mulut tidak lagi sebagai senjata dan alat tubuh untuk
memegang (sebab sudah ada tangan). Dengan demikian otot-otot kuat sekitar kepala
yang menghindari pertumbuhan otak menyusut dan otak dapat
berkembang. Perkembangan otak merupakan wujud tampilnya suatu mahluk baru,
mahluk cerdas, yakni manusia.
Banyak ahli mengatakan bahwa kehadiran manusia
merupakan loncatan evolusi. Artinya, sukar
dibayangkan manusia dengan segala keunggulan dan keluhuran akal budi, etika,
moral, martabat,serta cita rasa religiusitasnya merupakan suatu
"hasil" evolusi primata tanpa diakui adanya campur tangan dari kuasa
lain di luar kekuatan seleksi alam.
Teilhard de Chardin dalam fase ketiga evolusi (fase
noosfer) memilah setiap benda /makhluk
dalam segi, yakni segi luar (without) dan segi dalam(within). Bila segi luar
sepenuhnya dibangun oleh seleksi alam, segi dalam perkembangan manusia tidak
dapat dipahami jika hanya disempurnakan oleh alam. Sebab segi dalam perkembangan menyangkut
alam kesadaran,alam batiniah, dimensi psikologis, dan religius. Segi dalam
perkembangan menyentuh secara karakteristik pada perkembangan evolutif manusia.
Hanya manusia yang mengalami
perkembangan from within. Segi dalam
manusia tidak hanya menjadi
bagian dari badan manusia, melainkan juga mengatasinya, dan tampil sebagai
kesatuan dunia lain dalam diri manusia. Pada tahap ini, teori Darwin jelas
"meloncati" perkembangan. Karenanya, kehadiran manusia tidak dapat disimak semata dari
evolusi fisik badan/tubuhnya melainkan evolusi from within yang menyisakan ruang
kesadaran bahwa ada intervensi lain dari
sekedar perkembangan evolutif. Orang beriman menyebutnya "Tuhan." Teilhard de
Chardin memiliki segala argumentasi ilmiah untuk mempertanggungjawabkan kehadiran evolutif
manusia yang tidak semata fisik.
C. TEORI EVOLUSI
Teori evolusi merupakan sebuah filsafat materialistis
yang muncul bersamaan dengan kebangkitan filsafat filsafat materialistis kuno
dan kemudian menyebar luas pada abad ke-19. Seperti telah disebutkan
sebelumnya, paham materialisme berusaha menjelaskan alam semata melalui
faktor-faktor materi. Karena menolak penciptaan, pandangan ini menyatakan bahwa
segala sesuatu, hidup ataupun tak hidup, muncul tidak melalui penciptaan tetapi
dari sebuah peristiwa kebetulan yang kemudian mencapai kondisi teratur. Akan
tetapi, akal manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan
sebuah kehendak yang mengatur di mana pun ia menemukan keteraturan. Filsafat
materialistis, yang bertentangan dengan karakteristik paling mendasar akal
manusia ini, memunculkan "teori evolusi" di pertengahan abad ke-19.
Teori tentang evolusi oleh seleksi alam tentu saja
sebuah inovasi ilmu pengetahuan pada abad 19. Ciptaan tidaklah statis, tetapi
berubah dalam waktu ke waktu. Dunia fisik 10 juta tahun yang lalu sama dengan sekarang termasuk hukum-hukumnya.
Tapi dunia kehidupan tidak sama. Misalnya, 10 tahun yang lalu tidak ada manusia
yang mendiskusikan hal ini.
Orang yang mengemukakan teori evolusi sebagaimana yang
dipertahankan dewasa ini, adalah para naturalis dari Inggris, Charles Robert
Darwin dan Alfred Russel Wallace.
Bronowski bahkan memberi gelar pada keduanya sebagai
‘gentlemen in Victorian England’, karena kedua penemu teori evolusi ini
sama-sama berasal dari Inggris dan keduanya pun sama-sama hidup dalam masa
kejayaan Ratu Victoria.
1. Charles Robert Darwin
Charles Darwin (1809-1882) memiliki nama panjang
Charles Robert Darwin. Ia adalah ilmuwan
asal Inggris yang menemukan hasil penelitian di pulau Galapagos untuk menunjang
teori evolusi. Charles Darwin disebut sebagai bapak evolusi karena memiliki
data yang lebih lengkap untuk menguatkan teori evolusi.
Charles Darwin adalah seorang mahasiswa kedokteran
pada Universitas Edinburrgh. Ayahnya yang seorang dokter kaya itu mengusulkan
agar Charles Darwin menjadi seorang
pendeta.
Darwin memiliki karakter pelupa dan merupakan karakter
vitalnya. Sifat ini berlawanan dengan kebiasaaa lelaki dari Porloth (=
Wallace), dalam masalah teori evolusi
oleh seleksi alam.
Darwin tidak pernah mengenyam pendidikan formal di
bidang biologi. Ia hanya memiliki ketertarikan amatir pada alam dan makhluk hidup. Minat tersebut
mendorongnya bergabung secara sukarela dalam ekspedisi pelayaran dengan sebuah kapal bernama H.M.S.
Beagle, yang berangkat dari Inggris tahun 1832 dan mengarungi berbagai belahan dunia selama lima
tahun. Darwin muda sangat takjub melihat beragam spesies makhluk hidup, terutama jenis burung
tertentu di kepulauan Galapagos. Ia mengira bahwa variasi pada paruh burung disebabkan
oleh adaptasi mereka terhadap habitat. Dengan pemikiran ini, ia menduga bahwa asal usul
kehidupan dan spesies berdasar pada konsep "adaptasi terhadap lingkungan".
Sepulangnya dari perjalanan Beagle pada tahun 1838,
Darwin membaca tulisan Thomas Malthus yaitu “The Essay on Population”. Perlu
digarisbawahi bahwa Darwin saat itu membacanya hanya sebagai hiburan semata,
artinya ia tidak membacanya dengan serius. Dalam esai tersebut Malthus
mengatakan bahwa populasi bertambah lebih cepat daripada pertambahan makanan.
Seleksi alam kemudian terjadi karena binatang-binatang harus bersaing untuk
dapat bertahan hidup. Yang lemah terbunuh, dan yang kuat membentuk spesies baru
menyesuaikan dengan lingkungannya.
Menurut Darwin, aneka spesies makhluk hidup tidak
diciptakan secara terpisah olehTuhan, tetapi berasal dari nenek moyang yang
sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam. Hipotesis Darwin tidak berdasarkan penemuan atau
penelitian ilmiah apa pun; tetapi kemudian ia menjadikannya sebuah teori monumental berkat
dukungan dan dorongan para ahli biologi materialis terkenal pada masanya. Gagasannya menyatakan
bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan
sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan
terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya.
Setelah membaca esai tersebut, Darwin merasa yakin
bahwa inilah saatnya ia menulis sebuah teori. Tapi kenyataannya selama empat
tahun ia tidak mengemukakan teori apa pun. Barulah pada tahun 1842 ia menulis
draft sebanyak 35 halaman dalam coretan pensil, yang kemudian 2 tahun kemudian
bertambah menjadi 230 halaman yang telah ditulis dengan pena. Selanjutnya ia
simpan tulisannya tersebut bersama sejumlah uang dan wasiat untuk istrinya agar
mempublikasikan teorinya itu jika ia mati kelak.
Dalam wasiatnya yang ditulis dalam bahasa formal pada
5 Juli 1844 Darwin menulis :
I therefore write this in case of my sudden
death, as my most solemn and last request, which I am sure you will consider
the sama as if legally entered in my will, that you will devote £400 to its publication,
and further, will yourself, or through Hensleigh (Wedgwood), take trouble in
promoting it. I wish that my sketch be given to some competent person, with
this sum to induce him to take trouble in its improvement and enlargement.
With respect to editors, Mr (Charles) Lyell
would be the best if he would undertake itu; I believe he would find the work
pleasant, and he would learn some facts new to him.
Dr (Joseph Dalton) Hooker would be very good.
Darwin memang memiliki karakter yang aneh. Sifatnya
ini disebut Hypochondria, yang diakibatkan beberapa infeksi yang didapatnya
selama berada di negara tropis, membuatnya tidak ingin menghadapi publik.
Botol-botol obat di ruang kerjanya
membuat ia lemas, tidur siang, keterlambatan dalam menulis, keengganan untuk
berargumen di depan publik.
Pada 18 Juni 1858 Darwin menerima tulisan Wallace tentang
pembentukan spesies baru. Saat itulah ia terhenyak, karena setelah 20 tahun
masa-masa diamnya (careful, silent years) ia harus menemukan fakta bahwa ada
seseorang yang mendukung teorinya. Akhirnya atas bantuan teman-temannya Lyell
dan Hooker, ia mempublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yang berjudul “The Origin of
Species, By Means of Natural Selection” pada
tahun 1859.
Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi banyak masalah.
Ia mengakui ini dalam bukunya pada bab "Difficulties of theTheory".
Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup (misalnya
mata) yang tidak mungkin dijelaskan dengan
konsep kebetulan dan naluri makhluk hidup. Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan
teratasi oleh penemuan-penemuan baru;
tetapi bagaimanapun ia tetap mengajukan sejumlah penjelasan yang sangat tidak
memadai untuk sebagian kesulitan
tersebut. Seorang ahli fisika Amerika, Lipson, mengomentari "kesulitan-kesulitan"
Darwin tersebut:Ketika membaca The Origin of Species, saya mendapati bahwa Darwin sendiri tidak seyakin yang sering
dikatakan orang tentangnya; bab
"Difficulties of the Theory" misalnya, menunjukkan keragu-raguannya
yang cukup besar. Sebagai seorang
fisikawan, saya secara khusus merasa terganggu oleh komentarnya mengenai
bagaimana mata terbentuk.
Di saat gema buku Darwin tengah berkumandang, seorang
ahli botani Austria bernama Gregor Mendel menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865.
Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19, penemuan Mendel mendapat perhatian
besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu genetika. Beberapa waktu kemudian, struktur
gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an,penemuan struktur molekul DNA
yang berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa
dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin.
Perkembangan ini seharusnya membuat teori Darwin
terbuang dalam keranjang sampah sejarah. Namun ini tidak terjadi, karena ada kelompok-kelompok
tertentu yang bersikeras merevisi, memperbarui dan mengangkat kembali teori ini pada kedudukan
ilmiah. Kita dapat memahami maksud upaya-upaya tersebut hanya jika menyadari bahwa di belakang teori
ini terdapat tujuan ideologis, bukan sekadar kepentingan ilmiah.
Teori Darwin jatuh terpuruk dalam krisis karena
hukum-hukum genetika yang ditemukan pada perempat pertama abad ke-20. Meskipun demikian,
sekelompok ilmuwan yang bertekad bulat tetap setia kepada Darwin berusaha mencari jalan keluar. Mereka
berkumpul dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Geological Society of America pada tahun 1941.
Ahli genetika seperti G. Ledyard Stebbins dan Theodosius Dobzhansky, ahli zoologi seperti Ernst Mayr
dan Julian Huxley, ahli paleontologi seperti George Gaylord Simpson dan Glenn L. Jepsen, dan ahli genetika
matematis seperti Ronald Fisher dan Sewall Right, setelah pembicaraan panjang akhirnya menyetujui
cara-cara untuk "menambal sulam" Darwinisme.
Kader-kader ini berfokus kepada pertanyaan tentang
asal usul variasi menguntungkan yang dia asumsikan menjadi penyebab makhluk hidup berevolusi,
sebuah masalah yang tidak mampu dijelaskan oleh Darwin sendiri dan dielakkan dengan
bergantung pada teori Lamarck. Gagasan mereka kali ini adalah "mutasi acak" (random
mutations). Mereka menamakan teori baru ini "Teori Evolusi Sintetis Modern" (The Modern Synthetic Evolution
Theory), yang dirumuskan dengan menambahkan konsep mutasi pada teori seleksi alam Darwin. Dalam
waktu singkat, teori ini dikenal sebagai "neo-Darwinisme"dan mereka
yang mengemukakannya disebut "neo-Darwinis".Beberapa dekade
berikutnya menjadi era perjuangan berat untuk membuktikan kebenaran
neo-Darwinisme. Telah diketahui bahwa
mutasi atau "kecelakaan" yang terjadi pada gen-gen makhluk hidup
selalu membahayakan.
Neo-Darwinis berupaya memberikan contoh "mutasi
yang menguntungkan" dengan melakukan ribuan eksperimen mutasi. Akan tetapi semua
upaya mereka berakhir dengan kegagalan total. Mereka juga berupaya membuktikan
bahwa makhluk hidup pertama muncul secara kebetulan di bawahkondisi-kondisi
bumi primitif, seperti yang diasumsikan teori tersebut. Akan tetapi
eksperimen-eksperimen inipun menemui kegagalan. Setiap eksperimen yang
bertujuan membuktikan bahwa kehidupan dapat dimunculkan secara kebetulan telah gagal.
Perhitungan probabilitas membuktikan bahwa tidak ada satu punprotein, yang
merupakan molekul penyusun kehidupan, dapat muncul secara kebetulan. Begitu pula
sel,yang menurut anggapan evolusionis muncul secara kebetulan pada kondisi bumi
primitif dan tidakterkendali, tidak dapat disintesis oleh
laboratorium-laboratorium abad ke-20 yang tercanggih sekalipun.
Teori neo-Darwinis telah ditumbangkan pula oleh catatan
fosil. Tidak pernah ditemukan di belahan dunia mana pun "bentuk-bentuk transisi"
yang diasumsikan teori neo-Darwinis sebagai bukti evolusi bertahap pada makhluk hidup dari spesies primitif ke
spesies lebih maju. Begitu pula perbandingan anatomi menunjukkan bahwa spesies yang diduga telah
berevolusi dari spesies lain ternyata memiliki ciri-ciri anatomi yang sangat berbeda, sehingga mereka
tidak mungkin menjadi nenek moyang dan keturunannya. Neo-Darwinisme memang tidak pernah menjadi
teori ilmiah, tapi merupakan sebuah dogma ideologis kalau tidak bisa disebut sebagai semacam
"agama". Oleh karena itu, pendukung teori evolusi masih saja mempertahankannya meskipun bukti-bukti
berbicara lain. Tetapi ada satu hal yang mereka sendiri tidak sependapat, yaitu model evolusi mana yang
"benar" dari sekian banyak model yang diajukan. Salah satu hal terpenting dari model-model tersebut
adalah sebuah skenario fantastis yang disebut "punctuated equilibrium".
Dua inti pokok dari teori Darwin :
a. Spesies yang hidup di masa sekarang berasal
dari makhluk hidup yang berasal dari masa lampau.
b. Evolusi terjadi karena adanya proses
seleksi alam (natural selections)
Pengertian dan arti definisi seleksi alam adalah
seleksi yang terjadi pada individu-individu yang hidup di alam, sehingga
individu yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut akan terus
hidup dan beranak pinak, sedangkan yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan
alam lingkungan sekitarnya akan musnah dan hilang dimakan waktu. Contoh peristiwa seleksi alam adalah pada
kupu-kupu biston betularia di Inggris. Kupu-kupu biston betularia terdapat dua
jenis, yaitu yang bersayap terang cerah dengan yang bersayap gelap. Awal
mulanya lingkungan Inggris yang bersih sangat baik untuk adaptasi kupukupu yang
bersayap cerah. Namun karena limbah jelaga industri di Inggris yang semakin
banyak dan mengotori pepohonan sehingga pohon menjadi gelap yang akhirnya
menjadi lebih adaptif untuk kupu-kupu yang bersayap gelap daripada yang terang.
Hasilnya perkembangan kupu-kupu bersayap gelap meningkat tajam dan sayap cerah
berkurang drastis.
2. Alfred Russel Wallace
Alfred Russel WallaceO.M., F.R.S. (lahir 8 Januari1823
– meninggal 7 November1913 pada umur 90 tahun) dikenal sebagai seorang
naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan ahli biologi dari
Britania Raya. Ia terkenal sebagai orang yang mengusulkan sebuah teori tentang
seleksi alam, dimana kemudian hari malah membuat Charles Darwin lebih terkenal
dari dia dengan teorinya sendiri.
Alfred Russel Wallace "Jika ayah saya
adalah seorang yang kaya, keseluruhan hidup saya akan memiliki bentuk yang
berbeda, dan mungkin saya dapat diberikan beberapa perhatian pada ilmu
pengetahuan. Hal ini kelihatannya tidak seperti itu. Saya harus melakukan
sebuah perjalanan hampir keseluruh
hutan-hutan yang tidak dikenal di Amazon untuk menyelidiki alam dan membuat
sebuah kehidupan dengan mengumpulkan mereka."
Wallace
menuliskan kehidupan awalnya, ketika dia harus mendapatkan. sebuah cara
untuk mencukupi hidupnya di propinsi-propinsi Inggris. la mengambil profesi
sebagai pensurvei tanah, dimana profesi ini tidak membutuhkan tingkat
pendidikan universitas, dan saudara laki-lakinya dapat mengajarinya. Saudara
laki-laki Wallace mati pada tahun 1846. Pada saat itu, ia ditangkap dalam perjalanan
ke rumah dalam sebuah kereta kelas tiga dari sebuah pertemuan pada Komite Royal Comission pada perusahaan-perusahaan kereta api
saingan.
Setelah peristiwa itu, merupakan kehidupan alam
bebas bagi Wallace, Dia menjadi
tertarik dengan tumbuh-tumbuhan dan
serangga. Ketika Wallace bekerja di Leicerter, ia menjumpai seorang lelaki
dengan ketertarikah yang sama, yang lebih baik tingkat pendidikannya. Teman
baru Wallace mengatakan bahwa dia telah
mengoleksi beberapa ratus spesies yang berbeda dari kumbang-kumbang di sekitar
Leicester, dan masih banyak lagi yang akan ditemukan.
"Jika saya
ditanya berapa banyak jenis yang berbeda dari kumbang-kumbang yang ditemukan
dalam sebuah distrik yang kecil
dalam sebuah kota ? saya mungkin harus menebaknya lima puluh. Saya sekarang
belajar, mungkin terdapat ribuan jenis yang berbeda dalam sepuluh mil".
Dalam tulisannya Wallace mengatakan :
“Even when we were busy I had Sundays perfectly free,
and used then to take long walks over the mountains with my collecting box,
which I brought homefull of treasures… At such times I experienced the joy
which every discovery of a new form of life gives to the lover of nature,
almost equal to thore raptures which I afterwards felt at every capture of new
butterflies on the Amazon”
Hal ini merupakan sebuah pembuka pikiran bagi Wallace,
dan hal ini membentuk kehidupannya dan temannya. Teman Wallace adalah Hendri
Bate, yang terakhir dia terkenal dalam hasil karyanya pada mimikri diantara
serangga.
Seorang lelaki muda seperti Wallace harus menghidupi
kehidupan dirinya sendiri. Untungnya, saat itu merupakan waktu yang baik untuk
seorang surveyor tanah, sebab para pelancong dengan kereta api dari tahun
1840-an membutuhkannya. Wallace dipekerjakan untuk meneliti sebuah rute yang
memungkinkan untuk sebuah jalur di Neath Valey di South Wales.
Ia banyak melakukan penelitian lapangan, dimana untuk
pertama kalinya dilakukan di sungai Amazon di tahun 1846 saat ia masih berusia
23 tahun dan kemudian di Kepulauan Nusantara. Dia ketika itu mengoleksi aneka
serangga dari ekspedisi Amazon. Kemudian koleksinya dia bawa pulang ke Eropa
yang gandrung terhadap temuan baru dari belahan dunia lain. Koleksi serangga
itu laku dijual dan modal itu menjadi titik awal penjelajahan Wallace di Nusantara.
Pada perjalanan antara tahun 1848 hingga tahun 1854, Ia tiba di Singapura.
Selama delapan tahun kemudian (1854 - 1862) ia menjelajah berbagai wilayah di Nusantara.
Dari penjelajahan itu, ia membukukannya ke dalam sebuah catatan yang berjudul
The Malay Archipelago. Selama ekspedisinya di Nusantara, diperkirakan dia telah
menempuh jarak tidak kurang dari 22.500 kilometer, melakukan 60 atau 70 kali
perjalanan terpisah, dan mengumpulkan 125.660 spesimen fauna meliputi 8.050
spesimen burung, 7.500 spesimen kerangka dan tulang aneka satwa, 310 spesimen
mamalia, serta 100 spesimen reptil. Selebihnya, mencapai 109.700 spesimen
serangga, termasuk kupu-kupu yang paling disukainya.
Kebiasaannya mencatat perjalanan dan menyelamatkan
catatan-catatan itu dengan cara mengirimkan ke Inggris melalui pos kapal-kapal
dagang Eropa, termasuk ketika singgah di Pulau Ternate antara tanggal 8
Januari1858 dan 25 Maret 1858, ketika ia terserang malaria memaksakan diri
menulis surat dan mengirimkan kepada ilmuwan pujaannya, Charles Darwin di
Inggris.
Dalam penjelajahannya di bumi Nusantara ia menemukan
sebuah garis imajiner yang membagi flora dan fauna di Indonesia menjadi dua
bagian besar. Garis ini dikemudian hari dikenal sebagai Garis Wallace, dimana
di satu bagiannya, bentuk flora dan faunanya masih mempunyai hubungan dengan
flora dan fauna dari Australia dan memiliki ciri-ciri yang sangat mirip.
Sedangkan di bagian yang lainnya sangat mirip dengan flora dan fauna dari Asia.
Ia dianggap sebagai ahli terkemuka di abad ke-19 dalam bidang penyebaran spesies binatang dan kadang-kadang dikenal sebagai
Bapak dari Evolusi Biogeografi, sebuah kajian tentang spesies apa, tinggal
dimana dan mengapa. Ia adalah salah seorang dari pemikir revolusioner pada abad
ke-19 dan memberikan banyak masukan kepada pembangunan "teori
evolusi" selain juga salah seorang penemu dari "teori seleksi
alam". Termasuk didalamnya adalah konsep keanekaragaman warna dalam dunia
fauna, dan juga "Efek Wallace", sebuah kesimpulan tentang bagaimana
seleksi alam dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman fauna.
Surat Wallace dari Ternate kepada Darwin itu kemudian
dikenal sebagai Letter from Ternate. Surat itu menjadi terkenal karena disertai
makalah yang diberi judul On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitelty
from the Original Type. Dari makalah itu, Wallace mengemukakan pemikirannya
mengenai proses seleksi alam mempertahankan suatu spesies di dunia. Spesies yang mampu bertahan disebut
Wallace sebagai hasil kelangsungan yang terbaik atau yang paling memiliki
kemampuan bertahan tidak akan punah.
Itulah kerangka dasar pemahaman seleksi alam yang
diletakkan Wallace saat itu. Akhirnya pemikiran itu menunjang teori evolusi
yang dipopulerkan Darwin melalui bukunya The Origin of Species tahun 1859, satu
tahun setelah penulisan makalah Wallace. Pada tanggal 1 Juli 1858, kawan-kawan
Darwin, Charles Lyell dan Joseph Hooker, merekayasa pertemuan ilmiah di Linnean
Society dan mendeklarasikan Darwin dan Wallace sebagai penemu dasar evolusi.
3.
Akibat Evolusi
Evolusi mempengaruhi setiap aspek dari bentuk dan
perilaku organisme. Yang paling terlihat adalah adaptasi perilaku dan fisik
yang diakibatkan oleh seleksi alam. Adaptasi-adaptasi ini meningkatkan
kebugaran dengan membantu aktivitas seperti menemukan makanan, menghindari
predator, dan menarik lawan jenis. Organisme juga dapat merespon terhadap
seleksi dengan berkooperasi satu sama lainnya, biasanya dengan saling membantu
dalam simbiosis. Dalam jangka waktu yang lama, evolusi menghasilkan spesies
yang baru melalui pemisahan populasi leluhur organisme menjadi kelompok baru
yang tidak akan bercampur kawin
Akibat evolusi kadang-kadang dibagi menjadi
makroevolusi dan mikroevolusi. Makroevolusi adalah evolusi yang terjadi pada
tingkat di atas spesies, seperti kepunahan dan spesiasi. Sedangkan mikroevolusi
adalah perubahan evolusioner yang kecil, seperti adaptasi yang terjadi dalam
spesies atau populasi. Secara umum, makroevolusi dianggap sebagai akibat jangka
panjang dari mikroevolusi. Sehingga perbedaan antara mikroevolusi dengan
makroevolusi tidaklah begitu banyak terkecuali pada waktu yang terlibat dalam
proses tersebut. Namun, pada makroevolusi, sifat-sifat keseluruhan spesies
adalah penting. Misalnya, variasi dalam jumlah besar di antara individu
mengijinkan suatu spesies secara cepat beradaptasi terhadap habitat yang baru,
mengurangi kemungkinan terjadinya kepunahan. Sedangkan kisaran geografi yang
luas meningkatkan kemungkinan spesiasi dengan membuat sebagian populasi menjadi
terisolasi. Dalam pengertian ini, mikroevolusi dan makroevolusi dapat
melibatkan seleksi pada tingkat-tingkat yang berbeda, dengan mikroevolusi
bekerja pada gen dan organisme, versus makroevolusi yang bekerja pada
keseluruhan spesies dan memengaruhi laju spesiasi dan kepunahan.
Terdapat sebuah miskonsepsi bahwa evolusi bersifat
"progresif", namun seleksi alam tidaklah memiliki tujuan jangka
panjang dan tidak perlulah menghasilkan kompleksitas yang lebih besar. Walaupun
spesies kompleks berkembang dari evolusi, hal ini terjadi sebagai efek samping
dari jumlah organisme yang meningkat, dan bentuk kehidupan yang sederhana tetap
lebih umum. Sebagai contoh, mayoritas besar spesies adalah prokariota
mikroskopis yang membentuk setengah biomassa dunia walaupun bentuknya yang
kecil, serta merupakan mayoritas pada biodiversitas bumi. Organisme sederhana
oleh karenanya merupakan bentuk kehidupan yang dominan di bumi dalam sejarahnya
sampai sekarang. Kehidupan kompleks tampaknya lebih beranekaragam karena ia
lebih mudah diamati.
4. Pasteur
Louis Pasteur lahir tanggal 27 Desember 1822, di Dole,
Prancis timur, sekitar 400 kilometer Tenggara Paris. Beberapa tahun kemudian,
keluarga Pasteur pindah ke Arbois. Louis masuk sekolah di Arbois, tapi rapornya
jelek, kecuali untuk mata pelajaran seni. Guru-gurunya mengira dia akan
berhenti bersekolah dan akan bekerja di penyamakan kulit milik ayahnya. Namun,
Louis sangat berhasrat menambah pengetahuannya. Seorang gurunya melihat potensi
ketekunan dan ketelitiannya bekerja.
Pada usia 15 tahun, Louis pergi ke Paris untuk
menyelesaikan sekolah menengah. Namun, karena dia selalu merindukan rumah,
akhirnya dia pulang ke Arbois. Dia mencoba sekolah lagi, kali ini di Besancon,
hanya 40 kilometer dari rumah. Di sinilah dia berhasil dan melanjutkan
pendidikannya hingga memperoleh gelar BSc dari Royal College, Besancon, tahun
1842.
Louis memutuskan untuk masuk ke Ecole Normale di
Paris, sekolah pendidikan guru untuk sekolah tinggi dan Universitas Prancis.
Dia lulus ujian masuk tahun 1842, tapi dia tahu bahwa sebenarnya dia bisa
mencapai nilai yang lebih tinggi lagi. Karena itu, dia belajar satu tahun lagi
untuk meningkatkan pengetahuannya sebelum masuk Ecole Normale. (Tekad untuk
selalu mencapai yang terbaik merupakan sifat yang utama.) Louis belajar ilmu
kimia di Ecole Normale, dan meraih gelar MSc tahun 1845.
Louis Pasteur berhasil membantah teori abiogenesis. Pokok dari teori ini menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda atau
materi tidak hidup dan kehidupan terjadi secara spontan (generatio spontanea).
Ilmuwan yang mengemukakan teori ini adalah seorang filsafat Yunani kuno, yakni
Aristoteles (384–322 SM). Dengan melihat organisme di sekeliling-nya,
Aristoteles berkesimpulan bahwa makhluk hidup muncul secara tiba-tiba. Teori ini mengatakan bahwa matahari membiakkan
buaya dari lumpur sungai nil, tikus tumbuh dengan dirinya sendiri dari timbunan
pakaian tua yang kotor; bentuk asli
lalat hijau adalah daging busuk,
belatung berasal dari dalam apel. Semua
ciptaan tersebut dianggap menjadi hidup secara spontanitas tanpa dihasilkan
dari orang tuanya.
Tapi sekitar tahun 1860 teori itu dipatahkan oleh
Louis Pasteur. Saat itu ia telah menyelesaikan penelitiannya tentang fermentasi
susu, yang saat ini kita kenal dengan istilah pasteurisasi.
Pasteur menggunakan labu berleher seperti angsa dalam
percobaannya Labu berleher seperti angsa ini diisi dengan air kaldu. Fungsi
dari labu leher angsa ini adalah agar hubungan antara labu dan udara luar masih
ada, artinya masih terdapat oksigen. Labu ini
dipanaskan untuk mensterilkan air kaldu dari mikroorganisme. Setelah
dipanaskan, labu kemudian didinginkan dan disimpan. Beberapa hari kemudian
ternya air kaldu dalam labu tetap jernih, namun di bagian leher angsa banyak
terdapat debu dan partikel-partikel. Sedangkan di labu yang tidak berleher
angsa, air kaldunya mengandung mikroorganisme. Berdasarkan hasil percobaannya,
Pasteur menyimpulkan bahwa mikroorganisme yang ada di dalam air kaldu bukan
berasal dari air kaldu itu sendiri, melainkan dari mikroorganisme yang ada di
udara.
Hasil percobaan Louis Pasteur berhasil menumbangkan
teori abiogenesis. Dari hasil percobaannya, Pasteur mengajukan teori baru
tentang asal-usul kehidupan. Isi teori disebut menyatakan beberapa hal, di
antaranya omne vivum ex ovo , yakni setiap makhluk hidup berasal dari telur,
omne ovum ex
vivo, yakni setiap telur berasal dari makhluk hidup, dan omne vivum ex vivo, yakni setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
vivo, yakni setiap telur berasal dari makhluk hidup, dan omne vivum ex vivo, yakni setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
Masa jaya Pasteur adalah pada tahun 1863, pada saat
kerajaan Perancis memintanya untuk meneliti apa yang terjadi dengan fermentasi
anggur. Dan ia menyelesaikan penelitiannya 2 tahun kemudian.
"Anggur merupakan lautan organisme," kata
Pasteur. Terdapat dua hal penemuan dalam pemikiran tersebut, pertama adalah
Pasteur menemukan organisme yang tinggal tanpa oksigen. Pada waktu itu hanya
berupa gangguan pada tumbuhnya anggur ; tapi sejak saat itu kemudian beralih
menjadi krusial untuk memahami dari permulaan hidup, sebab kemudian bumi adalah
tanpa oksigen dan kedua, Pasteur memiliki teknik yang luar biasa yang mana dia
dapat melihat jejak dari hidup dalam cairan.
Dalam usia 20 tahunan dia telah membuat reputasinya
dengan menunjukkkan bahwa terdapat molekul-molekul yang memiliki sebuah bentuk
yang khas. Dan dia yang menunjukkan bahwa hal ini merupakan cap jempol dari
kepemilikan mereka melalui proses hidup. Hal itu melahirkan penemuan yang sangat besar, dan tetap
membingungkan.
Saya harus secara nyata mengakui bahwa penelitian saya
telah didominasi oleh ide bahwa struktur substansi dari sudut pandang tangan
kiri dan tangan kanan (jika semuanya adalah sama) memainkan sebuah bagian
penting dalam sebagian besar hukum-hukum mendalam dari organisasi manusia atau
mahluk hidup, dan masuk ke dalam sudut-sudut yang tidak dikenal dari psikologi
mereka.
Tangan kanan, tangan kiri merupakan petunjuk mendalam
yang Pasteur anut dalam studinya tentang kehidupan. Dunia penuh dengan benda-
benda yang mana memiliki versi tangan kanan yang berbeda dari versi tangan kiri:
sebuah alat pembuka sumbu botol tanga kanan akan berbeda dengan pembuka sumbu
botol tangan kidal, seekor siput kanan akan berlawanan dengan yang siput kiri. Pada
intinya semua yang bertangan dua, dapat dicerminkan satu sama lain, tetapi
tidak dapat diputar. Ini juga dikenal pada masa Pasteur bahwa kristal-kristal
yang facetnya teratur antara yang kiri dan kanan.
Pasteur membuat model-model kayu seperti kristal-kristal
(dia adalah orang yang cakap dengan tangannya, dan sebuah juru gambar yang
indah) tapi yang lebih dari itu ialah,
dia membuat model-model intelektual. Pada bentuk pertamanya dari penelitian dia
melakukan sasaran pada gagasan bahwa
terdapat kepastian molekul-molekul tangan kanan dan tangan kiri dan apakah hal
itu benar dari kristal harus merefleksikan sebuah properti dari molekul itu
sendiri. Dan harus menampilkan tingkah laku dari molekul pada tiap situasi yang
tidak simetris. Misalnya, ketika anda meletakkan mereka ke dalam larutan dan kilauan sebuah pertentangan (hal
itu merupakan sebuah ketidaksimetrisan) balok dari kilauan melalui mereka,
molekul-molekul dari satu jenis
(katakanlah dengan konvensi, molekul-molekul pasteur dinamakan tangan kanan)
harus memutar papan dari pofarisasi dari cahaya menuju ke kiri.
Bagaimana disket polarisasi dimasukkan dalam larutan
akan terlihat berganti-ganti hitam dan terang dan hitam dan terang lagi. Fakta
yang luar biasa adalah bahwa larutan kimia dari kehidupan sel adalah seperti
itu. Kita tetap tidak tahu mengapa hidup memiliki sifat kimia yang aneh. Tapi
sifat -sifat yang muncul bahwa hidup memiliki sebuah karakter kimia yang
khusus, yang mana memelihara
dirinya sendiri
melalui evolusi. Untuk
pertama kalinya, pasteur menghubungkan semua bentuk kehidupan
dengan satu jenis struktur kimia. Kesimpulannya bahwa manusia mampu
menghubungkan evolusi dengan kimia.
5.
Perdebatan dan Perkembangan Teori Evolusi
Pada
perkembangannya, teori evolusi tidak mengalami perdebatan yang panjang karena
bukti yang ada sekarang ini lebih banya bila dibandingkan pada masa Darwin dan
Wallace. Misalnya bukti modern yang dapat diamati dan dilakukan langsung oleh
manusia yaitu kemampuan manusia memindahkan tangan, hal ini dikarenakan
otot-otot tangan memiliki simpanan oksigen melalui protein yang dinamakan
myoglobin. Dan protein tersebut dibuat dari amino acid sebanyak seratus lima
puluh amino acid. Dan protein merupakan unsur pokok bagi seluruh tubuh mahluk
hidup. Jumlah yang sama pada manusia dan binatang. Hanya antara amino acid
manusia dan binatang berbeda. Adanya perbedaab amino acid ini merupakan sebuah
ukuran dalam jarak evolusi antara manusia dan mamalia lainnya. Oleh karenanya,
jelas bahwa perkembangan evolusi berasal
dari perkembangan molekul-molekul kimia. Dan perkembangannya ini dimulai dari material – material yang
mendidih dari bumi.
Mengapa
proses kimia di bumi pada saat awal kehidupan dimulai, amat menarik perhatian
kita? Hal ini dikarenakan banyak bukti-bukti yang ditemukan seperti bekas
spektrum di ruang angkasa yang berupa moleku-molekul yang kita tidak pernah
berfikir dapat diciptakan di daerah-daerah yang sangat dingin, seperti hydrogen,
cyanide, cyano, acetylene, dan formaldehyde. Molekul-molekul tersebut hanya
muncul di bumi. Hal ini membuat asumsi mengenai variasi awal terciptanya mahluk
hidup di muka bumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar